Kamis, 19 November 2015

Kisah Kasih Landungsari


Hampir sebulan lamanya tak ada postingan blog pun terasa hampa sunyi sendiri seperti yang aku rasakan saat ini, kok malah curhat ini....! Kembali fokus memang kemarin masih ada kesibukan persiapan KKN sampai sekarang di minggu ke 3 KKN telah berlangsung.

Beruntunglah aku yang di perkuliahannya mendapati program KKN ke desa-desa sebagai bagian dari kurikulum. Sekilas, memang pergi ke desa itu nggak enak karena kita nggak bisa ngapa-ngapain, tapi kalau udah dicoba kita bakal merasakan banyak serunya. Entah itu seru bertemu masyarakat desa, seru karena bisa dekat dengan alam, seru karena bareng teman-teman terus, dan pastinya, seru karena kisah cinta yang dialami selama KKN. 

Aku harus menjalani hidup baru sebagai anak kos lagi bersama sekitar 28 anak yang kebanyakan dari jurusan sama yaitu TEKNIK. Enggak kerasa udah di minggu ke 3 aku hidup bareng keluarga baru, keluarga KKN Landungsari. Menghabiskan waktu tiap detik bareng mereka. Padahal baru dua hari enggak ketemu mereka. Tapi rasanya kayak enggak ketemu dua Windu. Kangen banget. *Lagu Dewa19-Kangen terdengar samar-samar.hehehe

Kok Desa Landungsari ? Pasti teman kawan semua bertanya tanya, itu kan masih masuk daerah perkotaan di sekitar malang. Bukannya daerah yang terpinggirkan masih banyak di malang raya. aku jelaskan biar kagak penasaran, pertama kali mendengar itu aku juga kaget minta ampyun baru kali ini melakukan KKN di tengah perkotaan sebelumnya melihat di kampus sebelah seru dan mengasyikkan tidak seperti ini. Tetep disyukuri ini bagian karunianya desa landungsari tepatnya berada di kecamatan dau kota malang merupakan salah satu desa jujugan perhelatan akbar tiap tahun KKN berlangsung pada semester ganjil hal ini karena sudah adanya kerja sama antar pemerintahan disana dengan pihak kampus. Selain itu kebanyakan yang melakukan KKN di semester ini masih memiliki tanggungan studi yang tidak bisa di tinggalkan oleh sebab itu seluruhnya mahasiswa yang melakukan KKN di semester ganjil selalu di tempatkan dekat dengan kampus.

Banyak hari yang telah dilewati dengan berbagai pengalaman. Bertemu dengan banyak orang baru dengan karakter yang berbeda. Dihadapakan dengan berbagai karakter dan  problematika masyarakat yang sama sekali tak pernah terduga. Ada hari dimana kami merasa terlalu sulit untuk melewatinya, lelah. Bahkan ingin kabur sejenak. Atau ada hari dimana kami bahkan tak tau harus melakukan apa. Fokus mengurus kuliah selama ini, menjadikan KKN sebagai wisata hiburan sejenak dengan pengalaman hebat yang tak bisa dibayar atau pun diulang kembali.

Ya, kebahagiaan itu wajib diperjuangkan. Meratapi nasib sama sekali bukan solusi terbaik, jika kita bergerak maka semuanya bisa berubah. Memberanikan diri keluar dari zona nyaman, sesekali merasakan hidup bebas. Bebas dalam artian tanpa pantauan langsung orang tua, tapi tetap bisa “Menjaga Diri”. 

Bebas karena kita harus belajar mengatur diri dari sekarang. Mungkin KKN’lah jawaban yang tepat. KKN bukan sekedar menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi “Pengabdian Kepada Masyarakat”. Tapi KKN adalah proses pendewasaan, karena tak lama lagi kita akan berlebur bersama masyarakat.

Yap, selama KKN itu, cerita cinta emang selalu nyempil di hari-hari KKN. Sepengalaman mejalani KKN, ada dua hal yang menyebabkan cerita cerita cinta selalu terjadi di KKN. Pertama, karena kita selalu bersama teman-teman sekelompok, which is ada yang cewek ada yang cowok, selama kurang-lebih sebulan lebih, bahkan ada yang cewek-cowok ditempatkan di satu rumah yang sama tapi itu tidak terjadi di KKN Landungsari. Kedua, kita jauuuh dari dunia keseharian kita biasanya, termasuk jauh dari pacar yang mungkin beda kampus, beda angkatan, atau beda desa KKN.  

KKN itu bisa jadi tempat cinta bersemi atau malah gugur. Ada jomblo yang seneng banget ikutan KKN  ada juga pacar yang ketakutan banget ditinggal KKN sama pacarnya. Soalnya, banyak cerita kalau mahasiswa itu pulang KKN bisa bawa pacar baru seperti salah satu cerita temen yang berinisial R.

Dalam KKN ini aku menjadi bagian anggota ya tak jauh dari rutinitas ini utek- utek website desa memang sedikit keterlaluan website desa yang tak terurus sama sekali tidak ada admin yang mengelola website tersebut. Pertama kali mendapatkan akun langsung waktu itu buka sebuah kenyataan pahit yang aku rasakan saat itu melihat statistik website tersebut nol......nol.....nol

Tanpa pengunjung tanpa ada postingan, terakhir postingan dilakukan pada bulan juni bayangkan dari bulan juni sampai sekarang sudah berapa bulan, jam, menit, detik yang sudah terbuang sia-sia. 

Eitss..... emang ini SKRIPSI ya sampai waktu terbuang sia-sia tapi yah itulah keadaannya.huhuhu

Selain itu program yang aku jalankan masih banyak program lainnya seperti halnya telah mengadakan banyak kegiatan dari perlombaan dalam rangka Hari Pahlawan, mengajar anak TK, membantu di balai desa, membantu kegiatan posyandu balita dan lansia masih seputar itu yang baru terlaksana. Mungkin ini awal kisah singkat yang bisa aku ceritakan yang bisa kita ambil pelajarannya. Bahwa intinya ““ Dikampus kita belajar untuk di uji, di masyarakat kita di uji untuk belajar”.

Adapun hikmah dari KKN pertama ini aku bisa mengambil pelajaran bahwa kepala setiap orang itu isinya tidak sama, dan butuh kesabaran untuk menyamakan walau tidak harus sama. Tunggu kisah selanjutnya pada chanel yang sama. Bye....bye 

Landungsari, 19 November 2015
Tertanda sedang KKN,


@okytaqwin


2 komentar:

  1. KKN di kota kayaknya kurang afdol ya.. :p

    Iya tuh, semenjak KKN banyak kejadian cinta bersemi.. Yuhuy...! Yang punya pacar gelisah, yang jomblo bahagia.. apaan sih.. :v

    Selamat bertugas yaa...!! KKN :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jelaslah kampus kita masih kalah jauh dengan yang ada di tetangga walaupun tahun ini ada sedikit peningkatan sampai KKN di luar negeri.

      Kayaknya abis ada yang pengalamaan nih merasakan manisnya cinta bersemi.hehehe

      kasihan para jomblo - jomblo tapi malam minggunya tidak kesepian lagi. Eitss curhat ! Maacihh :v

      Hapus

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa