Senin, 26 Oktober 2015

Festival Oktober


Bulan oktober merupakan bulan amat meriah berbeda dengan ditahun sebelumnya, karena banyak festival peristiwa yang teramat penting yang telah terjadi baik itu diluar maupun di dalam negeri nusantara ini. Oleh sebab itulah perlunya untuk mengambil hikmah dari beberapa peristiwa yang terjadi. 
Peristiwa yang selalu tunggu umat islam untuk selalu bersyukur alhamdulillah untuk dipanjatkan kepada Allah SWT atas diberikannya nikmat sehat sehingga masih bisa dipertemukan kembali dengan 1 Muharram 1437 H yang juga merupakan Tahun Baru bagi umat islam dalam kalender Hijriyah.
Selain itu di bulan oktober juga ucapan rahmat kepadaNYA atas bertambahnya usia dan dapat merayakan Ulang tahun yang kesekian dengan kesederhanaan. Ulang tahun merupakan sebuah moment berulangnya tanggal kelahiran dengan tahun yang berbeda. Saat seorang berulang tahun otomatis, usianya akan bertambah satu tahun, begitu seterusnya. Ulang tahun sudah begitu mentradisi di berbagai negera, bukan hanya manusia atau makhluk hidup yang dipelihara bahkan sebuah lembaga/organisasasi pemerintah dari tingkat Kabupaten kota provonsi dan negarapun saat tanggal dan bulannya berulang banyak yang merayakannya dalam bentuk beragam pesta dan kemeriahan.
Ulang tahun bagi saya yang mengalaminya pada intinya adalah bertambahnya usia secara hitungan dunia namun jika dilihat dari sisi jatah hidup yang sudah ditaqdirkan bertambahnya usia sekaligaus berkurangnya jatah hidup, ini perenungannya. Bagi kita yang memiliki keyakinan demikian bertambahnya usia harus diiringi oleh bertambahnya kualitas diri dengan melakukan muhasabah sehingga hidupnya menjadi lebih baik/lebih berkualitas. Ungkapan syukur dengan berbagai nikmat yang telah Allah, Tuhan yang Maha Esa berikan adalah hal utama yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sadar akan eksistensi dirinya. Namun alangkah meruginya jika bertambah usia tak dibarengi dengan kualitas diri menjadi lebih baik.
Di bulan oktober juga dengan pertama kalinya penenetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional telah di resmikan oleh bapak presiden kita. Banyak cara baik masyarakat maupun santri dalam merayakan Hari Santri tersebut.
Yang terakhir momentum perayaan yang teramat sejarah sepanjang masa yaitu tanggal 28 Oktober adalah Hari Sumpah Pemuda Indonesia merupakan bukti otentik bahwa pada tahun sebelumnya dalam sejarah Indonesia tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialisu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia, tekad Sumpah Pemuda inilah yang menjadikan komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
Pemuda zaman ini, telah dipengaruhi oleh beragam sikap pragmatisme dan pemahaman yang kemudian mengubah gaya hidup, motivasi dan tujuan dalam mengerjakan sesuatu. Pemuda zaman ini mengalamai disorientasi dan difungsi. Baik sebagai pribadi-pemuda maupun sebagai organisasi kepemudaan.
Jaman sekarang pemuda jadi semakin rusak dan tak terarah. Pergeseran norma yang dilihat pada tahun sekarang, remaja kurang menghormati orang yang lebih tua misalnya: ketika orang yang lebih tua duduk di bawah, remaja/Orang yang lebih muda malah duduk di atas. Itulah hal yang membuat pergeseran norma yang berlaku zaman sekarang kurang dipahami oleh remaja. Pergeseran budaya kita dapat lihat ketika remaja lebih condong kearah kebudayaan asing. Misalnya remaja Indonesia kebanyak meniru berpakaian cenderung ke budaya asing.
Aku dengar menggema sumpah serapa
Bukan lagi sumpah agungmu yang mendunia
Dari semua yang jelata dan melata 
Di bumiku, di bumimu yang diporakporandakan
Sebelum ku tutup mata itu
Semerbak mewangi menusuk tajam
Tidak pernah lagi kau bersolek
Sekedar menunjukan jati diri
Pulang diawal malam ini
Ibuku telah menanti penuh cinta
Senyum sayangnya tak terganti
Meski berbaur bersama sumpah pejabat negeri
Denting jari jemari tak berhenti
Menambah pekat isi dalam otak ini 
Hanya satu yang selalu ku ingat
SUMPAH PEMUDA INDONESIA
Semoga bulan oktober ini penuh berkah untuk siapa saja yang merayakan festival perayaannya walaupun di tengah perayaan banyak musibah yang sampai sekarang masih belum selesai kabut asap, beberapa pihak yang telah mendukung penuh amal ibadah dan terus di perluaskan rezekinya.
Malang, 26 Oktober 2015
Penikmat Kopi

Oky Taqwin Abadi

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa