Malam ini terasa begitu sepi, hening, mistis, dan mencekam. Udara dingin begitu menusuk, menembus lurus sampai ke tulang sumsum.
Dulu waktu masih tinggal di kampung peringatan malam 1 muharram selalu melakukan ziarah kubro kemakam para pahlawan yang telah berjasa dalam peperangan yang terjadi di madiun.
Dulu waktu masih tinggal di kampung peringatan malam 1 muharram selalu melakukan ziarah kubro kemakam para pahlawan yang telah berjasa dalam peperangan yang terjadi di madiun.
Untuk sekarang hanya rasa syukur alhamdulillah yang bisa kupanjatkan kepada Allah SWT atas diberikannya nikmat sehat sehingga masih bisa dipertemukan kembali dengan 1 Muharram 1437 H yang juga merupakan Tahun Baru bagi umat islam dalam kalender Hijriyah. Setahun berlalu selama tahun 1436 H dengan banyak pengalaman yang menyenangkan maupun menyedihkan dengan berbagai catatan didalamnya, mulai dari perkuliahan, fenomena skripsi,perjalanan pribadi, keluarga, pekerjaan hingga maraknya sindrom pkm.
Nah, kesempatan malam tahun baru 1437 H (walau tidak harus menunggu setiap tahun baru Hijriyah) untuk melakukan refleksi perenungan atas perjalanan selama setahun yang lalu dan kemudian mempetakan kembali keberhasilan dan kegagalan yang ada sebagai ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi setahun kedepannya. Salah satunya adalah sejenak untuk membaca kembali Al-Qur’anul Karim dalam merenungi ayat-ayat Allah SWT tentang penyebab Sedih dan Bahagia.
Oleh karena itu walaupun hari Libur Nasional 1 Muharam 1437 Hijriah jatuh pada hari Rabu 14 Oktober, peringatan pergantian tahun didawamkan umat islam bada shalat asar hari ini.
Seperti biasa menjelang matahari terbenam membaca doa akhir tahun. Doa ini dilantunkan semua Umat Islam sebagai bentuk rasa terima kasih dan rasa syukur tak terhingga atas segala nikmat karunia Sang Pencipta Allah SWT. Nikmat Islam, nimat Iman dan tak kalah penting nikmat diberi kesehatan sehingga bisa menjalankan seluruh perintah dan menjauhkan diri dari segala bentuk laranagan Illahi. Dengan limpahan nikmat nikmat itulah mengalir pula rezeki yang berkah untuk saling berbagi antar sesama.
Setelah menjalankan shalat maghrib, mulai melantunkan dengan hikmat doa awal tahun. Doa ini bermakna permohonan tulus ke hadirat Allah SWT agar sepanjang tahun 1437 Hijriah kita diberikan perlindungan atas sebagai bencana dan musibah. Selain itu dengan Ridho Illahi dimohonkan pula di berikan panjang umur dalam kesehatan serta rezeki nan berkah yang bisa memberikan kedamaian dalam keluarga sakinah mawaddah warramah serta lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja serta fasilitas publik yang aman dan tertib serta damai sentosa, Amin.
Mengingat ingat kembali masa putih abu-abu mengenai sejarah perjalanan Tahun Baru Hijriah masuk pada 1 Muharram 1437 H. Aku masih ingat saat itu guru menjelaskan bahwa " Islam mengambil momentum penanggalan tahun barunya dengan tahun baru Hijriah mengindikasikan tentang strategi dan teknik kerangka konsep dakwah Rasulullah S.A.W". Yakni hijrah dulu untuk meredam konflik yang tajam dan panas sehingga tidak cenderung mengarah pada konflik yang berkepanjangan dan merugikan semua pihak.
Memaknai kata 'Hijrah' ini dipakai untuk menunjukkan kegiatan Rasulullah SAW., yaitu perpindahan Nabi Muhammad saw. bersama sebagian pengikutnya dari Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dari konflik. Sedangkan kata Hijriah menunjukkan tahun, misalnya, Tahun Baru Hijriah 1437 H. Jelas kiranya, kata Hijriah dan Hijrah menunjukkan dinamika umat yang harus selalu dibangun sedemikian rupa sehingga dinamika umat akan selalu berjalan pada lingkaran nilai-nilai dan norma-norma keluhuran penuh keagungan di hadapanNya. Agar selalu terjaganya humanisme filosofifs, humanisme sosiologis, humanisme yuridis, dan pluralisme Kultural serta agama.
Ah... berapa lama lagi kita bertahan disini....
Tahun hijrah pun sudah melewati abadnya yang kesekian lamanya. Ketika umat islam melakukan perubahan besar-besaran di bawah Rasullulah SAW... Perubahan apa yang sudah kita lakukan sebagai umatnya sekarang..?
Wallahu a'lam bishowab
Akhirnya, sepenuh hati menguucapkan selamat tahun baru 1 Muharram 1437 H, semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan pastikanlah esok lebih baik dari hari ini. Amin Ya Rabb.
Cengger ayam, 13 Oktober 2015
Tertanda Mahasantri
Oky Taqwin Abadi


0 komentar:
Posting Komentar