Rabu, 09 September 2015

Istiqomah Skripsi


Bismillah,
Aku mulai mengerti bahwa untuk mengubah keadaan saat ini menjadi lebih baik, jalannya yaitu aku harus mau berusaha. Melakukan sesuatu yang perlu aku lakukan. Dulu aku berpikir, dekat atau kenal sama orang yang kuanggap ia akan mampu mengubah keadaanku sepertinya akan aku dapatkan. Namun, kedekatan orang lain yang kita yakini benar akan membawa perubahan sama sekali tidak terjadi. Mereka ada hanya untuk menginspirasi agar kita mau bersemangat dalam hidup, dan berkembang maju. Lalu, tetap usaha itu harus diciptakan dari gerakan hati sanubari kita sendiri!

Perjuangan dipertaruhkan dengan menjaga ritme semangat. Sedikit saja tergelincir, tujuan/cita-cita yang hendak kita raihpun bisa berlalu begitu saja. Dalam proses perjuangan lazim kita bertemu dengan hambatan-hambatan yang bisa mengacaukan rencana kita. Beberapa faktor yang merintangi kita bisa bermacam-macam, baik internal (dalam diri kita; seperti malas, tidak semangat, sering menunda-nunda, dan lain-lain) maupun eksternal (dari orang lain atau lingkungan; gangguan mendesak atau hal-hal lainnya).

Perjuangan skripsi akan menjadi berarti mana kala apa pun yang kita lakukan atas dasar ikhlas karena untuk mencari ridha-Nya semata . Melakukan sesuatu untuk mengharapkan ridha dari-Nya, bukanlah hal yang mudah dilakukan tanpa adanya niat, ikhlas dan rasa senang untuk menjalaninya. Ya, sekiranya benar jika dalam hidup untuk bisa bertahan melangsungkan kehidupan itu sendiri kita harus berjuang! Aku sering bertanya dalam hati, sebenarnya perjuangan yang baik itu yang bagaimana. Kenapa benar, kalau aku lebih mudah terbawa arus yang sifatnya untuk mengejar duniawi saja. Dan begitu sulitnya aku untuk mengendalikan berjuta keinginan-keinginan yang bersifat sementara di dunia itu.

Ketika seseorang yang sedang menempuh pendidikan S1 di satu Universitas, akhir perjuangannya adalah pada satu titik klasik; skripsi. Yap, sang skripsi ini sebenarnya sangat mudah untuk dilalui, karna kita diberi 2 orang mentor hebat (pembingbing 1 dan 2) yang siap membantu dan mengarahkan kita untuk mencapai tujuanna itu. Dan setelah selesai, gelar Sarjanapun telah berbaris rapih dibelakang nama kita. 


Pada akhirnya setelah perjuangan keras dari awal masuk kuliah sampai september tidak sia - sia walaupun harus ganti judul 2 kali itulah jalan perjuangan. Tetesan demi tetesan keringat menunggu dan terus menunggu seorang dosen itulah pekerjaaan akhir akhir ini hingga akhirnya bisa mendapatkan 2 dosen pembimbing. Alhamdulillah

Dari sinilah saya melihat, bahwa skripsi itu layak banget diperjuangkan. Bagaimana tidak, perjalanan saya baru sampai pengajuan proposal tetapi tantangannya sudah lumayan banyak. Bagaimana nanti kalau sudah penelitian di lapang? Hemmm. Ini baru pemanasan, baru permulaan, mungkin masih kaget, masih harus banyak adaptasi dengan sifat dan gaya dosen dalam membimbing. Tapi terlepas dosen yang baik, faforit atau non faforit, pasti setiap dosen memiliki caranya tersendiri untuk meluluskan mahasiswa/i-nya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan bijak.

Cengger Ayam Malang, 09 - 09 -2015
Tertanda Pejuang Skripsi



Oky Taqwin Abadi

4 komentar:

  1. Wiih sama nih lagi berjuang untuk gelar S1.. semangat kawan...!! :-)

    BalasHapus
  2. Semangat juga ya, di nikmati proses eh tau nya udah selesai. hehe

    BalasHapus
  3. Haha iya belum lah masih sama proses pengerjaan.

    BalasHapus

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa