Matahari yang diselimuti oleh langit seakan membawa aku ke dalam cahaya terang yang begitu hangat dan lembut. Masa-masa yang selalu membuat gue terbangun dan tersenyum sengit melihat jam tangan yang ada di sebelah. OMG… aku TELAT!!!
Oh, ya ini kisah perjalanan seharian mengamati percintaan. iya percintaan walaupun aku sendiri masih belum tau cinta itu apa?
Seharian mengamati apa begini cinta itu?
Bolak - balik mata ini terus memandang kesamping kanan, kiri melihat perbedaan yang yang sangat kontras. Bagaimana tidak cinta pada kaum muda yang menamai diri mereka sedang berpacaran.
Dilihat dari gaya pacaran mereka memang sudah sedikit kelewat batas norma, pacaran mereka tak mengenal tempat padahal saat itu di sekitar masih banyak orang yang lalu lalang malang melintang.
Seharian mengamati apa begini cinta itu?
Dalam sebuah kamus yang pernah aku baca mendefinisikan cinta sebagai “rasa suka, rasa tertarik atau perasaan sangat sayang”.
Cinta adalah suatu proses; cinta tidak terjadi begitu saja. Cinta juga bukan proses dari mata langsung turun ke hati; bukan juga terjadi pada pandangan pertama.
Munculnya cinta merupakan suatu proses. Cinta adalah perasaan sayang yang terjadi melalui proses kimia yang dihasilkan oleh hormon-hormon yang ada di dalam tubuh manusia. Proses cinta melibatkan panca indera seperti penglihatan, pendengaran, penciuman dan perabaan yang diproses dalam pikiran dan perasaan mulai dari ketertarikan, rasa suka atau senang, ingin memiliki, dan jatuh cinta (fall in love).
Sampai pada titik fall love ini, proses cinta sejati dan cinta palsu berbeda berbeda arah. Cinta palsu menginginkan pacaran terikat, berduaan, bercumbuan, dan berorientasi pada seks, bersenang-senang yang berakibat pada kutuk.
Sedangkan cinta sejati menjalin pertemanan khusus (pacaran), komitmen menjaga kekudusan, hubungan lebih jauh melalui bertunangan dan mengikat diri dalam pernikahan yang berkenan dihadapan Tuhan.
Seharian mengamati apa begini cinta itu?
Memang jaman sekarang tak bisa di pungkiri banyak pergeseran moral pada kaum muda, hal itu di pengaruhi budaya luar yang bebas masuk.
Bukan hanya itu saja bebasnya saluran internet yang cepat dan bebas itu menjadi salah satu penyebab lain tanpa adanya perhatian dari para yang berwenang.
Agaknya kaum muda hal ini bisa jadikan sebuah peringatan untuk pembelajaran semua :
Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).
Seharian mengamati apa beginikah cinta?
Ketika melihat sudut padang lain agak sedikit berbeda pada kaum tua, perbedaan yang sangat mencolok dari cara mereka duduk dan berbicara.
Difikir sepasang ini sudah sah baik dilihat dari agama maupun negara yang membuat gaya mereka apa umur?
Mungkinkah semasa muda mereka juga berpacaran?
Habislah masa-masa manis yang mereka lakukan di masa muda jadi sekarang tinggal sebuah kenangan-kenangan semata.
Seharian mengamati apa beginikah cinta?
Wallahu A'lam bish-Showab
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam.
Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
Jakarta, 18 Juni 2015
Dariku mengamati,
Oky Taqwin Abadi

0 komentar:
Posting Komentar