Berkat Indomie Lapar minggat....
Saat aku masuk ke dalam kehidupannya sebuah Negara yang bernama Indomie Goreng.
Indomie goreng adalah negara spesies mie yang tersohor seantero mahasiswa khususnya kalangan kos, iya makanan kesukaannya ini disantapnya setiap kali kiriman tak kunjung datang.
Dulunya Negara indomie goreng adalah bekas jajahan Negara Api, Pulahan tahun lamanya telah menjajah dan menjarah cita rasanya. Sudah banyak korban yang telah berjatuhan demi memerdekakannya.
Sebuah inisiatif datang dari seluruh mahasiswa mereka menyatukan visi dan misi dan mendeklarasikan diri mereka Laskar Indomie.
Laskar Indomie sudah bergelora mereka mengajak semua elemen untuk ikut turun tangan dalam pembebasan Negara Indomie Goreng. Perjuangan awal mereka masih terhalang oleh api - api sebagai benteng.
Salah seorang dari Laskar Indomie menemukan sebuah alat untuk menembus benteng api tersebut, alat tersebut dinamai dengan:
Water Canon sebuah alat sederhana tapi amat menakutkan. Dengan beberapa uji coba pada saat demontran alat tersebut bisa di katakan sempurna. Maka dengan kekuatan dan doa para Laskar indomie dapat menembus benteng, pertempuran pun terjadi antara Laskar indomie dan negara api.
Pertempuran ini berlangsung lamanya hampir 3 bulan, di akhir bulan sebuah negosiasi di lakukan Laskar langit dan Negara api. Sebuah kesepakatan di dapat untuk mengakhiri genjatan senjata mereka mewakilkan perwakilannya dalam adu makan indomie.
Maka akhir pekan adalah saat-saat yang di nantikan. Arena besar telah di siapkan di tengah-tengah Negara Indomie Goreng. Para perwakilan pun maju keatas panggung dengan segala kekuatan yang ada akhirnya laskar indomie pun memenangkan.
Negara Indomie Goreng pun merdeka dan para laskar indomie bersorak gembira karena pasokan Indomie bisa terdistribusikan hingga keplosok-plosok kos.
wajahnya mereka konstan menunjukkan ekspresi senang dan gembira saat menemukan Indomie Goreng di rak toko. Sebuah keharuan para kalangan mahasiswa bisa menyatap indomie goreng.
Maka Indomie Goreng Jumbo selalu disantapnya dengan sambal yang tersedia dalam ukuran sachet di dalam bungkus mie.
Pada semangkuk Indomie Goreng Jumbo mahasiswa menemukan sebuah kesenangannya.
Kesenangannya yang amat sederhana.
Walau untuk setia pada indomie goreng sesungguhnya tidak sederhana.
Salah satu persaksian paling tulus dalam sejarah umat manusia adalah bahwa tidak ada aroma terlezat selain aroma Indomie Goreng. Asap bebakaran dari sate sekalipun tak sanggup menandingi goda dan rayu aroma Indomie Goreng yang sedang ditiriskan dan diaduk-aduk bersama bumbu, minyak bawang dan kriuknya bawang goreng.
Aroma nya yang semerbak bak dementor. Perut yang sudah penuh dengan nasi padang Sederhana sekalipun tetiba dapat langsung lapar kembali. Liur mendadak berkecamuk. Andai Cinta turun dari mata lalu ke hati, maka aroma Indomie Goreng adalah turun dari hidung, merasuki otak hingga mengatakan: “gue masih laper!”.
Salah satu persaksian paling tulus dalam sejarah umat manusia adalah bahwa tidak ada aroma terlezat selain aroma Indomie Goreng. Asap bebakaran dari sate sekalipun tak sanggup menandingi goda dan rayu aroma Indomie Goreng yang sedang ditiriskan dan diaduk-aduk bersama bumbu, minyak bawang dan kriuknya bawang goreng.
Aroma nya yang semerbak bak dementor. Perut yang sudah penuh dengan nasi padang Sederhana sekalipun tetiba dapat langsung lapar kembali. Liur mendadak berkecamuk. Andai Cinta turun dari mata lalu ke hati, maka aroma Indomie Goreng adalah turun dari hidung, merasuki otak hingga mengatakan: “gue masih laper!”.
Sebagai kritikus paruh waktu dalam dunia per-mie-an, Indomie Goreng adalah marga mie yang paling sederhana nan bersahaja. Bagaimana tidak bersahaja, dia adalah idola nomor wahid bagi mereka yang memilih jalan hidup bersahaja.
Sebagai mahasiswa milititan, Indomie Goreng 2 bungkus adalah menu pilihan (karena tidak ada pilihan lain) di sekitaran tanggal 20-30 tiap bulannya. Sembari ditemani kerupuk 2000 perak dapat 2. Murmer, kan?
Hari ini pun masih sama. Sebagai mahasiswa magang Ibukota, Indomie Goreng 2 bungkus menjadi candu. Dia adalah teman paling setia !
Alkohol, seks, dan rokok adalah gaya hidup metropolitan yang sudah terlampau mainstream dan old school. Namun, bagi aku dan mereka memilih jalan bersahaja, Indomie Goreng tetaplah gaya hidup yang paling hipster, paling laki, dan abadi.
Satu lagi tetang kebersahajaan Indomie Goreng.
Indomie goreng adalah satu-satunya mie (dalam ensiklopedi kamusku) yang disajikan dengan hanya satu cara. Batas berkreasinya terbatas. Sangat standar (sekali). Direbus, ditiriskan, dan dicampur bumbu, selesai. Paling kalau bosan, ya hanya ditambah sawi, telur dan sambal. Minim kreasi...
Berbeda dengan marga mie yang lain. Mie instan rebus misalnya. Dapat dikreasikan dengan maksimal. Menjadi mie tek-tek, mie dug-dug, atau mie tok-tok.
Karena ruang geraknya yang terbatas inilah, Indomie Goreng menjadi spesial. Dengan gaya penyajian yang bersahaja dan cenderung biasa saja, malah membuat Indomie Goreng itu lekat dihati. Apapun merk nya, jika sebuah mie disajikan dengan cara seperti itu, jumhur para penggiat kuliner sepakat mengatakan itu pasti Indomie Goreng.
Kesederhaan inilah ke-khas-an Indomie Goreng. Tidak perlu macam-macam untuk membuat kesepakatan global bahwa Indomie Goreng itu nikmat. Seperti kita bersepakat bahwa tak perlu gincu, bedak, dan maskara untuk menyatakan Dian Sastro adalah cantiknya maknyus. Hingga kelakarnya: andai Dian Sastro berhijab, maka bla bla bla.
Terima kasih indomie goreng berkat jasamulah lapar minggat tak habisnya aku terus bersyukur atas kehadiranmu.
Jakarta, 22 Juni 2015
Dariku sang pengagummu,
Oky Taqwin Abadi


indomi bikin menggoda
BalasHapusiya vroh seleranya itu yang bikin ketagihan mulu.
Hapus