Jumat, 26 Juni 2015

Jejak Ramdhan #4 Tunggulah Aku Purwakarta



Sudah hampir lebih satu bulan lamanya aku disini terhitung dari bulan mei berapa Indomie Goreng yang telah aku makan.

Ibukota sebuah pusat dari metropolitan era kini. Disinilah aku mengadu nasib untuk menimba ilmu. 
iya disini Indomie Gorenglah yang selalu peka menemani hariku untuk menjalani hari, memang dialah tau bagaimana kondisiku saat itu, perjuangan untuk melewati hari terus aku lalui bersamamu.
Indomi goreng bukan sekadar makanan instan, Ia adalah mesias. Ia menjadi saksi betapa beribu-ribu perjuangan di ibukota  menjalani  sebuah tugas PI sebuah keprihatin karena kiriman telat di kala itu hanyalah bisa meratapmu Indomie Goreng.

Bayangkan berapa ribu yang aku telah keluarkan agar bisa menjumpaimu di ibukota. 

Aku yang terselamatkan dari jurang kelaparan, karena mengecangkan ikat pinggang tidak makan nasi hanya untuk menunggu kirimiman yang tak kunjung datang. Indomie, aku kira, punya jasa besar bagian perjalanan hidupku.
Indomie Goreng bukan sekadar makanan pengganti. 

Ia adalah nyawa, ia adalah penghidupan beribu-ribu penjual indomie yang berjejer di tengah ibukota , mereka mengadu nasib di kota-kota besar.

Tak terasa hari demi hari terus aku lalui banyak cerita, ilmu, sedihnya seh banyak. Sampai sekarang menginjak pada bulan yang berkah yaitu bulan ramadhan, banyak moment yang berbeda aku rasakan disini.

Baik mengenai shalat taraweh, tadarusan maupun yang lainnya itulah sebagian kisahku disini.

Sudah tak sabar menunggu untuk bisa pulang kampung alias mudik yah tahun ini amat terasa berbeda dengan mudik tahun - sebelumnya.

Karena ini baru pertama Mudik yang paling jauh yang pernah aku lakukan semoga tidak hanya sekali saja di tahun ini. Sekilas mudik yang aku lakukan sekitar - H 12hari dari sekang.
Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Kata mudik berasal dari sandi kata bahasa Jawa ngoko yaitu mulih dilik yang berarti pulang sebentar. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran

Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Transportasi yang digunakan antara lain : pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, bahkan truk dapat digunakan untuk mudik. Tradisi mudik muncul pada beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim.

Dalam perjalanan mudik hampir saja tidak bisa mendapatkan tiket karena ludes kehabisan dengan sedikit kenekatan pada akhirnya bisa mendapatkannya juga, semoga perjalanan nanti lancar sampai tujuan. 

Mengawali perjalanan nanti diawali dari stasiun pasar senin menuju kota purwakarta Yah, pertama kalinya nanti aku akan menginjakan kakimu disana. Purwakarta sendiri berasal dari suku kata "purwa" yang artinya permulaan dan "karta" yang berarti ramai atau hidup. Pemberian nama Purwakarta dilakukan setelah kepindahan ibukota Kabupaten Purwakarta dari Wanayasa ke Sindang Kasih.
Peristiwa kepindahan ibukota kabupaten ini setiap tahunnya diperingati pada tanggal 20 Juli dengan melakukan napak tilas dari Wanayasa ke Sindang Kasih.
Seperti pada umumnya masyarakat yang berdomisili di bagian tengah Jawa Barat, pola kehidupan masyarakat Kabupaten Purwakarta didominasi oleh kultur budaya Sunda. 

Sejalan dengan perkembangan zaman yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat Purwakarta banyak dipengaruhi oleh budaya asing.
Namun demikian, budaya masyarakat pada dasarnya tetap bernuansa budaya Sunda dan nilai-nilai agama, terutama agama Islam. Mayoritas penduduk Kabupaten Purwakarta adalah pemeluk Agama Islam (muslim) dan sisanya adalah non-muslim. 

Dengan kata lain, penduduk Purwakarta adalah masyarakat beragama. Itulah sedikit ulasan singkat aku mengenalmu purwakarta, tunggulah aku disana dengan lautan senyum para pemudik.


Jakarta, 26 Juni 2015
Tunggu aku disana,



Oky Taqwin Abadi

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa