Rabu, 17 Juni 2015

Antara Jomblo Sepasang Double Date


Hari itu aku bersama teman ingin menghilangkan sejenak kejombloan ini walaupun temanku sudah punya kekasih tak apalah untuk diajak dari pada aku pergi sendirian malah tambah ngenes pula!hahaha
Hari hari ketika aku membuka inboks sms isinya hanya seputar teman yang meminjam uang, atau pengumuman undian mobil palsu. Atau yang lebih pedih, pemberitahuan kuota internet.
Memang tidak bisa dipungkiri jika kesepianku secara tidak langsung sudah menambahkan khazanah kedukaan dan kengenesan bagi bangsa Indonesia ini.
Walaupun masih menyadang jomblo hari itu aku ingin bisa menghibur hati, hati seorang jomblo di tengah - tengah peliknya dan ganasnya ibukota.
Saking jomblonya hanya indomie gorenglah yang selalu mengerti keadaannya dia, terimakasih indomie goreng kaulah teman sejatiku.

Bukan liburan yang di dapat tapi malah melihat pasangan double date yang melintas disitu kadang merasa sedih. Pahit rasanya ketika melihat kondisi itu untungnya masih ada menguatkan seorang jomblo sebuah kisab Nabi yusuf, semoga bisa mengikuti jejaknya.


”Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan balasan bagi orang-orang yang berbuat baik.”  – Surat Yusuf.
Jaman dulu kala ada sosok lelaki yang sangat laku dan sangat ganteng, tapi malah lebih sedih kisah hidupnya (walaupun kemudian happy ending).
Tebaklah siapa dia. Sayyidina Yusuf As. Beliau bukan tokoh sembarangan. Dia adalah tokoh utama dalam kisah kasih paling dramatis yang pernah ada dalam Al-Quran. Semua pasti sudah tidak asing kan?
Waktu kecil, ia dilempar ke sungai oleh saudara-saudaranya sendiri, lantaran iri. Kemudian nasib menjadikannya hamba sahaya yang diperjualbelikeun. Seolah ini semua belum cukup (setelah dia dilempar dan kematiannya dipalsukan oleh sodara-sodaranya sendiri!)
Pun ketika dia beranjak remaja. Disaat ketampanannya semakin ranum, eh, dia malah dipenjara. Dikriminalisasi oleh Siti Zulaikha yang saat itu sedang kalap dan lalai. Dan jangan lupa, Siti Zulaikha adalah salah seorang perempuan tjakep dan kaya yang sangat menyukai Yusuf As.
Bayangkan penderitaan-penderitaan ini dia dapatkan bukan karena dia seperti kita-kita yang rupa dan isi kantongnya sama ngerinya. Jutru Yusuf As ini ganteng dan disukai banyak orang. Memangnya seganteng apa Yusuf As? Uh, parah. Tapi biarlah ada salah satu kutipkan salah satu ayat dari surat Yusuf :
“…(Zulaikha) mengundang wanita-wanita itu dan disediakannya bagi masing-masing mereka tempat duduk, dan sebuah pisau (untuk memotong jamuan). Kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”.
“Maka tatkala wanita-wanita itu melihat Yusuf, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya. Tanpa sadar mereka sampai melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna tuhan, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ia lebih mirip malaikat yang mulia”.
Bahwa happy ending adalah hak bagi setiap orang yang sabar dan teguh dengan penantian. Seperti kata Yusuf As. (ketika akhirnya dia menjadi seorang raja Mesir) dalam ayat yang lain.
Ia berkata (kepada saudara-saudaranya yang dulu pernah melemparkannya ke sumur) : “Akulah Yusuf dan ini saudaraku (Bunyamin). Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan balasan baik orang-orang yang berbuat baik.”
Tetaplah teguh untuk sebuah pendirian akan aku tanggalkan status jomblo akan aku jembut yang akan menemani kelak dan akan indah pada waktunya. Amin
Jakarta, 17 Juni 2015
Dariku yang masih jomblo,


Oky Taqwin Abadi

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa