Indonesia dengan bangganya telah melakukan pesta demokrasi yang
dklaim sebagian dari mereka sukses dan tertib tanpa ada kendala dan
masalah, dari pesta demokrasi inilah kita mendapatkan pemimpin yang
terpilih atas dasar suara terbnyak yaitu figure Ir. Jokowidodo dan H. M.
Jusuf kalla, sebagai seorang warga negara yang baik mau atau tidak mau,
suka atau tidak suka, kita harus menerima hasil PEMILU Presiden
tersebut.. dan yang terpilih itulah presiden kita selama 5 tahun
kedepan.
Berbicara seputar politik artinya kita berbicara seputar 3 hal yang
pertama momentum, yang kedua mesin partai, dan terakhir adalah figure
atau sosok seorang pemimpin, nah ketiganya merupukan tolak ukur, dasar
bagi kita dalam menilai elektabilitas seorang pemimpin.. berbicara
tentang ketiga hal diatas bagi seorang Ir.Joko Widodo bukanlah hal yang
sulit, realitas perpolitikan yang ada di Indonesia hari ini sangat
bergantung pada media sebagai alat atau psarana yang kemudian menjadi
sumber informasi bagi masyarakat,.. dengan sarana media yang berada dan
pro terhadap jokowi ketiga hal ini buknlah hal yang sulit.. mari kita
menjaba menganalisis informasi berkenaan Ir. Jokowi di beberapa media,
dari bangun tidur hingga tidurnya kembali sang figure ini terus dliput
media, begitu banyak peliputan seputar figure jokowi untuk apa..?? hanya
untuk membangun maindset dan doktrin akan citra yang diperuntukkan bagi
masyarakat..
Bukankah kita selalu memimpikan pemimpin yang bertanggung jawab,
paham akan kondisi kekiniian bangsa hari ini, tegas, berwibawa, dan
sedikit wajah yang tampan dan kharismatik,. Sosok ataupun figure seorang
jokowi memang adalah figure yang paham akan kondisi kekiniian bangsa,
cumin ketika berbicara tentang tanggung jawab, ketegasan, dan wajah
tampan, sabar dulu,.. pertanyaan sederhana bagi seorang jokowi adakah
bentuk pertanggung jawaban dia sebagai seorang pemimpin ketika dia
memimpin suatu daerah,.. kasus solo, ketika pemerintahan periode kedua
belum usai maju menjadi gubernur Jakarta, dijakarta lagi-lagi periode
kepengurusan Jakarta belum selesai malah dengan santainya maju menjadi
presiden.. inikah yang dikatakan pemimpin yang bertanggung jawab ataukah
justru pemimpin yang tak lebih dari binatang yang rakus akan
kekuasaan..
Saya terkadang bingung melihat mereka yang mengidolakan seorang sosok
pemimpin yang secara kasat mata tak mampu bertanggung jawab,.. tpi
inilah wajah demokrasi hari ini one man one vote
Suara rakyat adalah
suara tuhan,..
Saya sempat berfikir bahwa ada beberapa figure penjilat dibalakang
sosok jokowi dan jusuf kalla, semisal megawati sokarno putrid yang
menjadi DON, yang membackup si jokowi pada saat maju dalam pemilihan
presiden kemarin, konyolnya adalah pada saat ibu megawati ini menjabat
ibu negara berapa banyak kerang yang dia buka untuk memasukkan investor
asing di negeri ini….?? Jangan jelaskan padaku nominalnya, cukup
jelaskan pada mereka bagaimana mempertanggung jawabkan hal itu, disisi
lain dia dengan bangganya meneriakkan nasonalisasi asset negara,,
waw..?? inikan konyol.
Terlepas daripada semua ini, mari kita sama-sama mengevaluasi tiap
jengkal kinerja sang presiden terpilih, semoga apa yang sebagian besar
rakyat amanahkan dan percayakan pada dirinya dapat membuat rakyat
bangga, tersenyum, dan tak ada lagi tangis kesedihan akan kerinduan
hidup yang sejahtera dan berkeadilan. Karena bukankah NKRI (Negara
KeSATUan Republik IndONEsia) indonesia bukan negara menDUA dan tidak
untuk DiDUAkan... indonesia adalah negara degan begitu banyak perbedaan
baik suku, bahasa, warna kulit dll, tpi degan adanya PANCASILA sebagai
falsafah hidup bernegara itu yg kemudian mampu mnjadi perekat dn
mnciptakan KeberSATUan dalam hidup berbangsa dan bertanah air.. "bhineka
tunggal ika" berbeda-beda Tpi tetap SATU.. Dan bagi kalian yg lebih
memilih MenDUA dn tak ingin BerSATU artinya kalian telah berkhianat
terhadap pancasila...!!! terkhir rakyat mesti paham bahwasanya begitu
bnyak pemimpin yang seolah demokratis, nasionalis, dan punya semangat
patriotisme... Tpi sayang mereka tak lebih dari seorang PENGKHIANAT yg
sok jdi pahlawan yg menutupi kemunafikan degan modal PENCITRAAN'...
#Selamat Kepada Presiden Terpilih 2014 - 2019


0 komentar:
Posting Komentar