Mahasiswa adalah hal yang esensial yang melekat pada para generasi
muda yang terpelacar, cerdas, dan punya pemikiran kristis, berjiwa
intelektual serta bergerak laksana seorang tokoh revolusioner yang
anti penindasan, serta patron masyarakat dalam mewujudkan sebuah
keadilan, ... berbicara seputar dunia kemahasiswaan tentu tidak dapat
dipungkiri kita akan membahas seputar atmosfer pendidikan khususnya
dalam konteks perguruan tinggi ataupun universitas dalam mencetak para
generasi muda cerdas, pelanjut tongkat estafet kepemimpinan bagsa..
karena bukankah keberhasilan ataupun kesuksesan bangsa kedepannya itu
bergantung kepada para generasi muda saat ini.
Merujuk pada gerakan mahasiswa indonesia yang
dengannya rezim para pemimpin diktator atau otoriter runtuh (1998) yang
dikenal dengan semangat reformasi yang menjadi bukti dari idealisme,
semangat patriotisme, massifnya gerakan mahasiswa dalam mewujudkan
tatanan sistem baru yang lebih baik, bukti empiris mahasiswa anti
penindasan dan merupakan mesin penggerak terwujudnya sebuah keadilan,
ibarat bom waktu yang dapat memporak-porandakan kekuasaan tirani,
penguasa yang diktator dan otoriter. Inilah realitas atau wujud
eksistensi mahasiswa sebagai generasi muda pemerhati bangsa......
inilah salah satu bukti kongkrit urgensi mahasiswa sebagai “agent of
changes”...
Bagaimanakah dunia kemahasiswaan hari ini....???
apakah masih dalam konteks pencerdasan, masihkah penuh dengan corak
intelektualitas, masihkah ada yang disebut idealisme, masih adakah
gerakan pro akan keadilan ataukah tak lebih dari dunia yang penuh akan
doktrin-doktrin yang justru mengarahkan kepada hal-hal yang sifatnya
pragmatis dan apatis khususnya ketika dibenturkan dengan kondisi
sosiopolitik hari ini. Sebelum kita berbicara atau berdiskusi panjang
lebar dengan persoalan diatas ada baiknya kita mencoba menganalisis
secara obyektif beberapa masalah yang muncul pada ditataran dunia
kemahasiswaan hari ini,..
Masalah yang pertama adalah masalah Senioritas.
Senioritas adalah salah satu identitas yang melekat pada sebagian
mahasiswa yang memiliki jabatan, atau proses yang lebih dibanding mereka
yang lain... senioritas adalah sbuah stigma atau pahaman yang digunakan
beberapa mahasiswa untuk melegitimasi penindasan terhadapa mereka yang
lain,.. paham akan kebenaran mutlak hanya milik senior dan senior itu
tak pernah salah adalah hal paling konyol menurut saya,... senioritas
saat ini telah menjadi penyakit yang melekat sangat erat pada pribadi
seorang mahasiswa.. yang dengan identitas tersebut justru menganggap
dirinya lebih dibanding mahasiswa yang lain, dan dengan alasan
senioritas itu jugalah mereka terkadang bertindak sewana-wena terhadap
yang lain... masalahnya adalah..?? apakah ada jaminan kalau yang
namanya senior itu lebih cerdas, dan lebih berjiwa intelek dibanding si
junior,..?? dengan pahaman dan kondisi seperti ini meniscayakan adanya
strata atau status sosial yang berbeda pada tataran mahasiswa yang
justru sangat merugikan... dimana mucul dua jenis golongan antara mereka
yang menindas dan mereka yang tertindas, bukankah kalian telah
bersumpah “Bertanah air satu tanah air tanpa penindasan”...????
Maka dari itu saya secara pribadi mengatakan tidak untuk tunduk dan patuh sama yang namanya senioritas...
senior bukan tuhan yang maha benar, senior bukan nabi yang mesti selalu
diikuti, dan senior bukan dewa yang mesti kita takuti. Kita
bermahasiswa untuk menjadi manusia-manusia yang cerdas, menjadi manusia
yang berpengetahuan, punya kebebasan berfikir, bergerak, dan bertindak
secara rasional.. bukan malah berfikir, bergerak, dan bertindak atas
dasar kungkungan dan ketakutan terhadap mereka yang mengatasnamakan
dirinya dewan senior......!!!! sudah saatnya kita sadar dan berani
menentang kungkungan senioritas yang terjadi di dunia kemahasiswaan...
inikan bukan permasalan siapa yang duluan makan garam, tapi lebih kepada
siapa yang paling banyak makan garam.....
Konflik adalah istilah ataupun kondisi yang sangat sering terjadi
dikalangan dunia kemahasiswaan, dimana konflik (Benturan fisik)
merupakan hal yang biasa dalam dunia seorang mahasiswa,... konflik
terkadang merupakan representasi dari adanya beberapa permasalahan yang
terjadi semisal arogansi kelompok, perbedaan pendapat, dan ekslusifitas
serta dominasi oleh beberapa kelompok terhadap kelompok yang lain...
yang parah lagi ketika konflik (benturan Fisik) menjadi budaya dalam
kehidupan bermahasiswa,.
Tawuran, bentrok antara mahasiswa dan mahasiswa, mahasiswa dan aparat
pemerintahan merupakan salah satu contoh.. yang dengannya tak dapat
dipungkiri mahasiswa akan terkesan anarkis atau radikal mengedepankan
otot dibanding otak.. inilah salah satu contoh kongkrit yang bisa kita
lihat hari ini pada dunia kemahasiswaan.. apakah penilaian ini
sepihak...??? menurut saya, ini adalah hal yang wajar karena secara
subtansial mahasiswa adalah mereka yang berjiwa intelektual serta
cerdas, mengedepankan pemikiran kritis solutif tapi yang terjadi di
realitas justru berbanding terbalik dengan apa yang sebenarnya menjadi
ciri seorang mahasiswa...ataukah ada kebanggaan atau penghargaan
tersendiri ketika kita berkonflik...??? bukankah hal yang aneh ketika
kita “mahasiswa” saling mendzolimi satu sama lain...?? ketidakpahaman
mana lawan mana kawan.... ini yang menjadi indikator munculnya konflik
(perpecahan) pada tataran mahasiswa hari ini.. yang sadar atau tidak
dengan adanya perpecehan pada tataran mahasiswa itu sendriri, justru
akan menguntungkan beberapa pihak khusus.y para pelaku kriminal pada
sistem pemerintahan.. dimana mahasiswa sibuk berkonflik antar mereka
dengan mudahnya merekapun akan dengan giat melakukan tindakan krimanal
mereka tanpa rasa ragu... karena yang menjadi hambatan terjadinya
aktifitas kriminal pada tataran birokrat pemerintahan adalah gerakan
kita gerakan idealisme seorang mahaiswa..!!!
Maka dari itu sebagai seorang mahasiswa yang katanya cerdas,
mengedepankan hal-hal yang sifatnya intelektual dan bergerak atas dasar
ideologi mereka “Sumpah & tri dharma perguruan tinggi” sudah menjadi
kemestian untuk meretas konflik horizontal,... caranya..??? mesti ada
peleburan ego untuk ego yang yang lebih besar, mesti ada yang namanya
kesadaran kolektif, mesti ada yang namanya keberagaman dalam kebersatuan
(PLURALISME) dalam menjunjung tinggi nilai-nilai dan idealisme seorang
mahasiswa... dengan adanya kesadaran kolektif, semangat kebersatuan
ditataran mahasiswa maka akan terbangun gerakan yang massif, gerakan
yang mampu mendobrak kungkungan dan tirani para kaum diktator... tanpa
adanya hal itu yakin dan niscaya kita ini hanyalah sebuah kotoran yang
tak bernilai di bangsa ini...
“Siapa Lawan siapa kawan sudah sangat jelas, massifkan gerakan, bukankah musuh kita adalah mereka yang melegitimasi penindasan, mereka yang meligitimasi kemelaratan, mereka yang hanya mengenyangkn perutnya sendiri, itulah mereka para pelaku kriminal berdasi yang duduk nyaman dikursi pemerintahan...???”


0 komentar:
Posting Komentar