Rabu, 13 Agustus 2014

KAMPUS PUSAT PROBLEMATIKA DUNIA MAHASISWA



Mahasiswa adalah hal yang esensial yang melekat pada para generasi muda yang terpelacar, cerdas, dan punya pemikiran kristis, berjiwa intelektual serta bergerak laksana seorang tokoh revolusioner  yang  anti penindasan, serta patron masyarakat dalam mewujudkan sebuah keadilan, ... berbicara seputar dunia kemahasiswaan tentu tidak dapat dipungkiri kita akan membahas seputar atmosfer pendidikan khususnya dalam konteks perguruan tinggi ataupun universitas dalam mencetak para generasi muda cerdas, pelanjut tongkat estafet kepemimpinan bagsa.. karena bukankah keberhasilan ataupun kesuksesan bangsa kedepannya itu bergantung kepada para generasi muda saat ini.
                Merujuk pada gerakan mahasiswa indonesia yang dengannya rezim para pemimpin diktator atau otoriter runtuh (1998) yang dikenal dengan semangat reformasi  yang menjadi bukti dari idealisme, semangat patriotisme, massifnya gerakan mahasiswa dalam mewujudkan tatanan sistem baru yang lebih baik, bukti empiris mahasiswa anti penindasan dan merupakan mesin penggerak  terwujudnya sebuah keadilan, ibarat bom waktu yang dapat memporak-porandakan kekuasaan tirani, penguasa yang diktator dan otoriter.  Inilah realitas atau wujud eksistensi mahasiswa sebagai  generasi muda pemerhati bangsa...... inilah salah satu bukti kongkrit urgensi mahasiswa sebagai “agent of changes”...
                Bagaimanakah dunia kemahasiswaan hari ini....??? apakah masih dalam konteks pencerdasan, masihkah penuh dengan corak intelektualitas,  masihkah ada yang disebut idealisme,  masih adakah gerakan pro akan keadilan ataukah tak lebih dari dunia yang penuh akan doktrin-doktrin yang  justru mengarahkan kepada hal-hal yang sifatnya pragmatis dan apatis khususnya ketika dibenturkan dengan kondisi sosiopolitik hari ini. Sebelum kita berbicara atau berdiskusi panjang lebar dengan persoalan diatas ada baiknya kita mencoba menganalisis secara obyektif beberapa masalah yang muncul pada ditataran dunia kemahasiswaan hari ini,..
                Masalah yang pertama adalah masalah Senioritas. Senioritas adalah salah satu identitas yang melekat pada sebagian mahasiswa yang memiliki jabatan, atau proses yang lebih dibanding mereka yang lain... senioritas adalah sbuah stigma atau pahaman yang digunakan beberapa mahasiswa untuk melegitimasi penindasan terhadapa mereka yang lain,.. paham akan kebenaran mutlak hanya milik senior  dan senior itu tak pernah salah adalah hal paling konyol menurut saya,...  senioritas saat ini telah menjadi penyakit yang melekat sangat erat pada pribadi seorang mahasiswa.. yang dengan identitas tersebut justru menganggap dirinya lebih dibanding mahasiswa yang lain, dan dengan alasan senioritas itu jugalah mereka terkadang bertindak sewana-wena terhadap yang lain...  masalahnya adalah..?? apakah ada jaminan kalau yang namanya senior itu lebih cerdas, dan lebih berjiwa intelek dibanding si junior,..??  dengan pahaman dan kondisi seperti ini meniscayakan adanya strata atau status sosial yang berbeda pada tataran mahasiswa yang justru sangat merugikan... dimana mucul dua jenis golongan antara mereka yang menindas dan mereka yang tertindas, bukankah kalian telah bersumpah “Bertanah air satu tanah air tanpa penindasan”...???? 
                Maka dari itu saya secara pribadi mengatakan tidak untuk tunduk dan patuh sama yang namanya senioritas... senior bukan tuhan yang maha benar, senior bukan nabi yang mesti selalu diikuti, dan senior bukan dewa yang mesti kita takuti. Kita bermahasiswa untuk menjadi manusia-manusia yang cerdas, menjadi manusia yang berpengetahuan, punya kebebasan berfikir, bergerak,  dan bertindak secara rasional..  bukan malah berfikir, bergerak, dan bertindak atas dasar kungkungan dan ketakutan terhadap mereka yang mengatasnamakan dirinya dewan senior......!!!! sudah saatnya kita sadar dan berani menentang kungkungan senioritas yang terjadi di dunia kemahasiswaan... inikan bukan permasalan siapa yang duluan makan garam, tapi lebih kepada siapa yang paling banyak makan garam.....
Konflik adalah istilah ataupun kondisi yang sangat sering terjadi dikalangan dunia kemahasiswaan, dimana konflik (Benturan fisik) merupakan hal yang biasa dalam dunia seorang mahasiswa,... konflik terkadang merupakan representasi dari adanya beberapa permasalahan yang terjadi semisal arogansi kelompok, perbedaan pendapat, dan ekslusifitas serta dominasi oleh beberapa kelompok terhadap kelompok yang lain... yang parah lagi ketika konflik (benturan Fisik) menjadi budaya dalam kehidupan bermahasiswa,.

Tawuran, bentrok antara mahasiswa dan mahasiswa, mahasiswa dan aparat pemerintahan merupakan salah satu contoh.. yang dengannya tak dapat dipungkiri mahasiswa akan terkesan anarkis atau radikal mengedepankan otot dibanding otak.. inilah salah satu contoh kongkrit yang bisa kita lihat hari ini pada dunia kemahasiswaan.. apakah penilaian ini sepihak...??? menurut saya, ini adalah hal yang wajar karena secara subtansial mahasiswa adalah mereka yang berjiwa intelektual serta cerdas, mengedepankan pemikiran kritis solutif tapi yang terjadi di realitas justru berbanding terbalik dengan apa yang sebenarnya menjadi ciri seorang mahasiswa...ataukah ada kebanggaan atau penghargaan tersendiri ketika kita berkonflik...??? bukankah hal yang aneh ketika kita “mahasiswa” saling mendzolimi satu sama lain...?? ketidakpahaman mana lawan mana kawan.... ini yang menjadi indikator munculnya konflik (perpecahan) pada tataran mahasiswa hari ini.. yang sadar atau tidak dengan adanya perpecehan pada tataran mahasiswa itu sendriri, justru akan menguntungkan beberapa pihak khusus.y para pelaku kriminal pada sistem pemerintahan.. dimana mahasiswa sibuk berkonflik antar mereka dengan mudahnya merekapun akan dengan giat melakukan tindakan krimanal mereka tanpa rasa ragu... karena yang menjadi hambatan terjadinya aktifitas kriminal pada tataran birokrat pemerintahan adalah gerakan kita gerakan idealisme seorang mahaiswa..!!!

Maka dari itu sebagai seorang mahasiswa yang katanya cerdas, mengedepankan hal-hal yang sifatnya intelektual dan bergerak atas dasar ideologi mereka “Sumpah & tri dharma perguruan tinggi” sudah menjadi kemestian untuk  meretas konflik horizontal,... caranya..??? mesti ada peleburan ego untuk ego yang yang lebih besar, mesti ada yang namanya kesadaran kolektif, mesti ada yang namanya keberagaman dalam kebersatuan (PLURALISME) dalam menjunjung tinggi nilai-nilai dan idealisme seorang mahasiswa... dengan adanya kesadaran kolektif, semangat kebersatuan ditataran mahasiswa maka akan terbangun gerakan yang massif, gerakan yang mampu mendobrak kungkungan dan tirani para kaum diktator... tanpa adanya hal itu yakin dan niscaya kita ini hanyalah sebuah kotoran yang tak bernilai di bangsa ini...


“Siapa Lawan siapa kawan  sudah  sangat  jelas,  massifkan gerakan, bukankah musuh kita adalah mereka yang melegitimasi penindasan, mereka yang meligitimasi kemelaratan, mereka yang hanya mengenyangkn perutnya sendiri, itulah mereka para pelaku kriminal berdasi yang duduk nyaman dikursi pemerintahan...???”


0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa