Sabtu, 19 Desember 2015

Gelar Berkat Tangan Tuhan



Kenapa harus ustad...?

Siapa yang memberi gelar itu...?

Aku pun tak akan percaya ...?

Tapi percayalah.....


Gambar itu di temukan pada tahun 2010

Hehehe maaf kalo di foto tersebut bahasanya masih mengandung unsur alay yang bisa di katakan berlebih itu semua berangkat untuk semakin menjadikan diri ini dapat dewasa.

Berawal dari sekitar tahun 2010 bersamaan dengan munculnya Marx Zukerberc sang pelopor pendiri Facebook sebuah sosial media yang mengantarkan mendapat gelar yang memang sangat berat untuk di pikul karena amanah yang di pertanggung jawabkan tidak sedikit.

Apa mungkin penantian sejak di tahun 2006...?

Mungkin sajalah saat itu oky kecil memang memiliki sebuah mimpi yang amat besar walaupun pada saat itu dalam buku kenangan bertuliskan mimpinya kejar sampai langit.

Dalam penantian yang teramat panjang itulah membuat terobosan melalui tulisan tulisan baik di sosial media maupun kehidupan nyata. Bukti atas memang memberi bukti walaupun dulunya memang gagal dalam mengejar mimpi tetapi tak disangka gelar itu diberikan.

Sejak saat itu juga dalam kehidupan sehari hari pada waktu pada masa sekolah teman-teman sekelas juga ikut memberikan gelar dengan memanggil nama itu. Berat sungguh berat dalam mengemban amanah, kalo dilihat mengenai gelar itu sebagai berikut ini:

Ustadz (bahasa Arab jamak , asatidz) adalah istilah yang sangat sering dipakai di Indonesia untuk panggilan kalangan orang yang dianggap pintar dan ahli di bidang ilmu agama. Ustadz sejajar dengan istilah buya, kyai, da'i, mubaligh. Di sebagian pesantren, pengasuh/pimpinan pesantren disebut Ustadz. Di sebagian pesantren yang lain, ustadz statusnya di bawah kyai.

Sedang di Indonesia, seperti disebut di muka, kata ustadz merujuk pada banyak istilah yang terkait dengan orang yang memiliki kemampuan ilmu agama dan bersikap serta berpakaian layaknya orang alim. Baik kemampuan riil yang dimilikinya sedikit atau banyak. 

Orang yang disebut ustadz antara lain: da'i, mubaligh, penceramah, guru ngaji Quran, guru madrasah diniyah, guru ngaji kitab di pesantren, pengasuh/pimpinan pesantren (biasanya pesantren modern).


Menurut suatu pendapat, asal penyebutan "ustadz" berasal dari kisah sejarah di mana kalangan elit suatu komunitas tertentu mendidik anak-anak mereka secara private dengan mendatangkan para pengajar ke istana mereka. Ketika mereka kuatir akan istri-istri mereka takut berselingkuh dengan para guru private ini, maka mereka mengebiri guru privat tersebut supaya hati mereka tenang saat para guru itu memasuki rumah mereka. Orang yang dikebiri dalam bahasa kaum tersebut adalah 'ustadz'. Seiring berjalannya waktu, maka setiap guru diberi julukan sebagai orang yang dikebiri. Saat praktik itu tidak terjadi lagi saat ini, maka julukan 'ustadz' lah yang dipakai saat ini. 

Hanya ucapan kesyukuran yang bisa diucapkan semua memang sudah tertuliskann secara rapi manusia hanya bisa berusaha tinggal yang menentukan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Gelar tersebut sampai sekarang masih saja diberikan, walaupun berganti dan bertemu orang baru mereka selalu menyematkan gelar itu padahal aku pun tak meminta mereka menyebut dengan nama gelar itu. Dengan gelar itu semoga membawa keberkahan untuk semuanya.

Cengger Ayam, 19 Desember 2015
Sang Penerima Gelar,


@Okytaqwin

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa