Setelah hampir 5 tahun lebih,, yang telah mengiklaskan beberapa uangnya demi mengganti sebuah buku yang diakibatkan keteledoran tukang perpusnya, saat itu sangatlah memukul baik hati maupun jiwa serius amat dalamnya. whehehehe
Apa yang terjadi sebelum itu? Membaca buku merupakan aktivitas yang tidak pernah membosankan. Satu buku bisa dibaca berulangkali dan kita mendapatkan ilmu yang berbeda darinya. Apapun genre bukunya, tingkatan kualitasnya, ukurannya semuanya dapat dimaknai dengan cara yang unik. Buku adalah pikiran yang tertulis, karya manusia yang mengabadikan ide penulisnya. Di dalamnya kita menemukan impian, metafora, keindahan, nilai, kehidupan, yang lahir dari manusia.
Ketika kecil, seingat saya waktu TK pernah diberikan secara rutin majalah anak-anak. Isinya ada komik pendek, puzzle, dan informasi menarik lainnya. Setelah kuliah saya mulai gemar membaca. SD saya tidak begitu banyak membaca dan saat itu lebih banyak mengerjakan soal-soal pemecahan masalah.
Itu juga berkat bertemu dengan event yang bernama islamic book fair kegiatan tersebut merupakan sebuah pagelaran buku dengan harga yang sangat murah, awalnya saat diajak teman untuk kesana niatnya hanya menemaninya saja.
Setelah sampai disana realitanya berbanding terbalik disana langsung di sambut oleh suguhan ilmu yang tak akan bertemu di lain kesempatan. Benar saja disana niat saya berubah dengan beberapa lembar yang tersisa di dompet langsung saja untuk membeli buku baik yang diskon maupun yang berkualitas.
Itu juga berkat bertemu dengan event yang bernama islamic book fair kegiatan tersebut merupakan sebuah pagelaran buku dengan harga yang sangat murah, awalnya saat diajak teman untuk kesana niatnya hanya menemaninya saja.
Setelah sampai disana realitanya berbanding terbalik disana langsung di sambut oleh suguhan ilmu yang tak akan bertemu di lain kesempatan. Benar saja disana niat saya berubah dengan beberapa lembar yang tersisa di dompet langsung saja untuk membeli buku baik yang diskon maupun yang berkualitas.
Buku-buku memang dapat membuat pikiran terbuka, emosi lebih terjaga dan perilaku lebih terdidik. Dengan membaca kita mencoba memahami perbedaan cara pandang manusia mengenai satu topik, atau emosi kita menjadi larut dalam alur cerita yang ada, dan pemikiran beserta emosi itu mempengaruhi cara berpikir yang melahirkan perilaku.
Setelah itu menjadi tabiat. Memilih buku bacaan adalah menentukan jalan hidup mana yang di pilih untuk melaluinya. Ketika waktu yang dihabiskan untuk novel-novel picisan melankolis dan melupakan buku mengenai pemikiran, Pertarungan ideologi maka bisa jadi akan terombang-ambing dalam perubahan zaman yang sangat cepat.
Namun sebaliknya, kebanyakan membaca buku serius tanpa pernah mencoba membaca buku ringan maka bisa membentuk kepribadian kaku, apa-apa dianalisis :D.. Buku adalah rententan kata-kata yang merupakan kombinasi huruf yang terbatas. Buku adalah cara manusia melawan keterbatasannya. Dengan buku ia menjadikan dirinya abadi, dengan buku waktu dan tempat bisa ditaklukkan... Maka bacalah... bacalah... kemudian menulislah...
Disaat MTS itulah negara api menyerang sebuah kesalahan yang bukan merupakan kesalahan yang dilakukan tetapi harus menanggung akibatnya, itu sebuah pengalaman yang amat sakit memang..!
Sejak kejadian itu setiap kali melihat buku selalu terbanyang akan kejadian yang lalu itu, kenapa tidak?
Pada tahun itu tak sedikit yang di keluarkan apalagi kalau uang tersebut untuk digunakan membeli buku juga, mungkin ya ini bisa membeli buku yang jumlahnya lebih banyak yang di tuduhkan.
Nasi memang sudah menjadi bubur hanya penyesalan dan kekecewaan yang di hadapi walaupun demikian banyak sisi positif dari kejadian yang sempat menggegerkan seantero nusantara dalam rumah.
Hikmah - hikmahnya menjadikan MOVE ON agar dapat kembali lagi membaca buku secara kontinue dan terus dilakukan setiap hari tentunya akan menambahkan intelektual di dalam pemahaman suatu materi.
Jalan surabaya, 30 desember 2015
Mahasiswa KPL,
@Okytaqwin
Setelah itu menjadi tabiat. Memilih buku bacaan adalah menentukan jalan hidup mana yang di pilih untuk melaluinya. Ketika waktu yang dihabiskan untuk novel-novel picisan melankolis dan melupakan buku mengenai pemikiran, Pertarungan ideologi maka bisa jadi akan terombang-ambing dalam perubahan zaman yang sangat cepat.
Namun sebaliknya, kebanyakan membaca buku serius tanpa pernah mencoba membaca buku ringan maka bisa membentuk kepribadian kaku, apa-apa dianalisis :D.. Buku adalah rententan kata-kata yang merupakan kombinasi huruf yang terbatas. Buku adalah cara manusia melawan keterbatasannya. Dengan buku ia menjadikan dirinya abadi, dengan buku waktu dan tempat bisa ditaklukkan... Maka bacalah... bacalah... kemudian menulislah...
Disaat MTS itulah negara api menyerang sebuah kesalahan yang bukan merupakan kesalahan yang dilakukan tetapi harus menanggung akibatnya, itu sebuah pengalaman yang amat sakit memang..!
Sejak kejadian itu setiap kali melihat buku selalu terbanyang akan kejadian yang lalu itu, kenapa tidak?
Pada tahun itu tak sedikit yang di keluarkan apalagi kalau uang tersebut untuk digunakan membeli buku juga, mungkin ya ini bisa membeli buku yang jumlahnya lebih banyak yang di tuduhkan.
Nasi memang sudah menjadi bubur hanya penyesalan dan kekecewaan yang di hadapi walaupun demikian banyak sisi positif dari kejadian yang sempat menggegerkan seantero nusantara dalam rumah.
Hikmah - hikmahnya menjadikan MOVE ON agar dapat kembali lagi membaca buku secara kontinue dan terus dilakukan setiap hari tentunya akan menambahkan intelektual di dalam pemahaman suatu materi.
Jalan surabaya, 30 desember 2015
Mahasiswa KPL,
@Okytaqwin


0 komentar:
Posting Komentar