Hari dari pengujung semua hari pun
tiba entahlah hari – hari sangatlah begitu cepat, rasanya perputarannya
melebihi perputaran rotasi bumi.
Yang benar saja ?
ah mungkin itu hanya firasat
sesaat aja. Sabtu itu lah namamu nama dari beberapa nama hari yang aku lalui
sepanjang waktu, kedatangannya memang sangat aku tunggu – tunggu bukan karena
ke spesialaanmu melainkan sebuah agenda besar akan aku lakukan bersama andrea.
Andrea adalah salah satu teman
Dia yang
menemani saat PI di Perusahaan SSB ini, selama mengenal dia barulah dia saja
yang memperjuangkan cintanya selama tiga tahun lamanya dari sebuah perjuangan
di mulai dari semester 1 tetepi tidak menemu ujungnya.
Sebagai temannya
walaupun aku jomblo tak masalah mendahulukan kepentingan temen dan membantunya.
Dimulai dari dia masuk dalam salah
satu organisasi yang sama dan kebetulan ada sesosok wanita berasal dari
probolinggo yang bisa mengalihkan dunianya yang kelam atas kegagalan cintanya.
Beberapa kegiatan mereka lalui bersama yang titik ujung pada waktu itu ada
sebuah even besar yang aku tangani dengan beberapa kebijakan akhirnya
memasangkan dia di satu sie kegiatan dari situlah mulai keitiman/ keintenan
mereka untuk bertemu.
Duh ini ngomongnya kok bisa ngelatur
yak ?
hahaha maaf…maaf
kembali focus lagi
Pada hari sabtu merencanakan sebuah
agenda besar untuk berkunjung ke kebun binatang ragunan terletak di Jakarta Selatan
cukup deket sih kalo dari kos.
Pagi itu aku dan andrea memulai
perjalanan dengan berjalan dari kos menuju ke kebun binatang ragunan sebenernya
nama kebunnya itu Taman Margasatwa Ragunan.
KAMU ITU SIAPA?
Beraninya ganti
nama punya jabatan enggak, maaf tadi sedikit nulisnya agak ngantuk jadi
beberapa ada salah tulis.
Butuh sekitar 30 menitan baru nyampai
di Taman Margasatwa Ragunan,
cukup dengan merogoh kocek Rp 4500,-
sudah bisa
masuk, sebuah tempat wisata yang amat murah di tengah ibukota.
Sejarah singkat dari taman margasatwa
ragunan yaitu Taman Margasatwa Ragunan
didirikan pada tanggal 19 september 1864 yang kala itu Jakarta masih di namai
Batavia awal namanya sendiri Platen En Dierentuin pertama kali di kelola oleh
perhimpunan peyayang flora dan fauna Batavia berdiri diatas lahan 10 ha jalan Cikini
Raya No. 73 yang di hibahkan oleh Raden saleh. Dia merupakan salah seorang
pelukis ternama yang ada di Indonesia.
Setelah memasuki area kebun langsung
saja memutarinya dan di awali dengan melihat seekor gajah dengan melihatnya aku
jadi teringat sebuah pepatah yang mengatakan Gajah mati meninggalkan gading
orang mati meninggalkan nama. Sebuah pelajaran kecil yang dapat yang terus
membuat kesyukuranku amat sangat bertambah.
Selain gajah masih banyak terdapat
satwa lainnya tak membuat aku dan andrea lelah melihat satwa ini.
Semangat
membuat aku dan andrea berjalanan ujung ke ujung memang kalau dirasakan pasti bakal
capek tapi saat itu capek itu gak terasa sama sekali.
Tak terasa waktu hari ini sudah sore
akhirnya membuat aku dan andrea untuk segera mencari masjib untuk melaksanakan
kewajiban seorang muslim.
Kewajiban ibadah sudah aku tunaikan
dan malam pun hampir tiba memutuskan mengakhiri perjalanan di taman margasatwa
ragunan semoga lain waktu bisa mampir kesini lagi tentunya bisa bersama
keluarga.
Jakarta, 13 Juni 2015
Dariku di hari sabtu
Oky Taqwin Abadi

0 komentar:
Posting Komentar