Senin, 15 Juni 2015

Trip Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan


Hari dari pengujung semua hari pun tiba entahlah hari – hari sangatlah begitu cepat, rasanya perputarannya melebihi perputaran rotasi bumi. 

Yang benar saja ? 

ah mungkin itu hanya firasat sesaat aja. Sabtu itu lah namamu nama dari beberapa nama hari yang aku lalui sepanjang waktu, kedatangannya memang sangat aku tunggu – tunggu bukan karena ke spesialaanmu melainkan sebuah agenda besar akan aku lakukan bersama andrea.

Andrea adalah salah satu teman 

Dia yang menemani saat PI di Perusahaan SSB ini, selama mengenal dia barulah dia saja yang memperjuangkan cintanya selama tiga tahun lamanya dari sebuah perjuangan di mulai dari semester 1 tetepi tidak menemu ujungnya. 

Sebagai temannya walaupun aku jomblo tak masalah mendahulukan kepentingan temen dan membantunya.

Dimulai dari dia masuk dalam salah satu organisasi yang sama dan kebetulan ada sesosok wanita berasal dari probolinggo yang bisa mengalihkan dunianya yang kelam atas kegagalan cintanya. 

Beberapa kegiatan mereka lalui bersama yang titik ujung pada waktu itu ada sebuah even besar yang aku tangani dengan beberapa kebijakan akhirnya memasangkan dia di satu sie kegiatan dari situlah mulai keitiman/ keintenan mereka untuk bertemu.

Duh ini ngomongnya kok bisa ngelatur yak ? 

hahaha maaf…maaf 

kembali focus lagi 

Pada hari sabtu merencanakan sebuah agenda besar untuk berkunjung ke kebun binatang ragunan terletak di Jakarta Selatan cukup deket sih kalo dari kos.

Pagi itu aku dan andrea memulai perjalanan dengan berjalan dari kos menuju ke kebun binatang ragunan sebenernya nama kebunnya itu Taman Margasatwa Ragunan. 

KAMU ITU SIAPA? 

Beraninya ganti nama punya jabatan enggak, maaf tadi sedikit nulisnya agak ngantuk jadi beberapa ada salah tulis.

Butuh sekitar 30 menitan baru nyampai di Taman Margasatwa Ragunan, 

cukup dengan merogoh kocek Rp 4500,- 

sudah bisa masuk, sebuah tempat wisata yang amat murah di tengah ibukota.

Sejarah singkat dari taman margasatwa ragunan yaitu Taman Margasatwa Ragunan didirikan pada tanggal 19 september 1864 yang kala itu Jakarta masih di namai Batavia awal namanya sendiri Platen En Dierentuin pertama kali di kelola oleh perhimpunan peyayang flora dan fauna Batavia berdiri diatas lahan 10 ha jalan Cikini Raya No. 73 yang di hibahkan oleh Raden saleh. Dia merupakan salah seorang pelukis ternama yang ada di Indonesia.

Setelah memasuki area kebun langsung saja memutarinya dan di awali dengan melihat seekor gajah dengan melihatnya aku jadi teringat sebuah pepatah yang mengatakan Gajah mati meninggalkan gading orang mati meninggalkan nama. Sebuah pelajaran kecil yang dapat yang terus membuat kesyukuranku amat sangat bertambah.

Selain gajah masih banyak terdapat satwa lainnya tak membuat aku dan andrea lelah melihat satwa ini. 

Semangat membuat aku dan andrea berjalanan ujung ke ujung memang kalau dirasakan pasti bakal capek tapi saat itu capek itu gak terasa sama sekali.

Tak terasa waktu hari ini sudah sore akhirnya membuat aku dan andrea untuk segera mencari masjib untuk melaksanakan kewajiban seorang muslim.

Kewajiban ibadah sudah aku tunaikan dan malam pun hampir tiba memutuskan mengakhiri perjalanan di taman margasatwa ragunan semoga lain waktu bisa mampir kesini lagi tentunya bisa bersama keluarga.



Jakarta, 13 Juni 2015
Dariku di hari sabtu





Oky Taqwin Abadi   


0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa