Rabu, 10 Juni 2015

TRIP MONAS

Monas

Sinar matahari sudah menjulang tinggi tepat Minggu pagi aku terbangun dari tidur, Namun mata ini terasa sangat berat kepengen rasanya menutupkan mata ini sebentar kemudian tidur kembali. Tapi langsung teringat jelas aku bersama andrea memutuskan janji untuk main yang awalnya mau main hari sabtu eh gak jadi karena malas menghinggapi rasanya sabtu itu tidak ingin keluar kos rasanya seharian pengen di kosan terus.

Tak berapa lama aku langsung mengambil handuk terus mandi duluan sedangkan andrea masih terlelap dalam mimpinya itu memang dia kalo sedang tidur betah hampir saingan sama temenku yang satunya andi.

Selesai mandi aku langsung buru-buru pakai baju dan bangunin andrea agar segera mandi. Minggu itu aku tampil biasa aja, yang memang style aku biasa. Mungkin “ kata biasa “ aja bagi orang lain adalah penampilan mirip yang lebih mirip gembel.hahaha
Bodo lah biar biarlah orang berkata apa emang beginilah aku, suka ya syukur, enggak yaudah. Simple

Tiba – tiba handphone berdering. Langsung aku cek siapa yang menghubungi sepagi itu. 
Gak mungkin kalo cewek kan aku memang J O M B L O


Sudahlah lupain saja kata itu gak penting kembali ke topic kembali handphone ada di tangan perlahan-lahan aku buka tombol kuncinya tiba….tiba…..tiba…..


Pesan telah terbaca dan aku juga baru sadar kalau hari ini janjian ketemuan sama dia di monas sekalian CFD’an senam pagi. Firasat tak enak kalau bakalan gagal jalan-jalan menghinggapi. Setelah lama menunggu andrea selesai mandi dan berpakaian. 


Percakapan singkat sebelum keberangkatan kami:

Aku     : Dre kita nanti kemonas dulu ya?

Andrea: Jadi nemuin pak dhe solikin.

Aku     :  iya jadi dre makanya kita kesana.

Andrea: yaudah kita kemonas dulu setelah itu ke kota tua.

Aku     : Tapi masalah dre?

Andrea: Apa?

Aku     :  Gak tau jalan kesana buat ke monas. Langsung aku juga menanyakan  keteman yang satunya. Di kemaren kemonas naik busway dari mana?

Andi    : Kemaren naik kopaja dulu habis itu turun ke di halte dept. pertanian langsung kepasar rabu dan baru ngambil monas.

Aku    : Perasaaan was-was masih saja menghinggap langsung sms pak dhe solikin menanyakan cara cepat buat kesana.

Solikin: Ke dept pertanian ambil jurusan ragunan - monas/ ragunan ke kampung dukuh atas baru ke monas.

Aku     : Oke dre kita langsung berangkat saja. Ini sudah mendapat pertimbangan. Tapi?

Andrea: Tapi apa?

Aku     : Masalah lagi dre uangku kayaknya gak cukup deh buat beli kartu e-tiket busway dulu sih 40rb tapi kagak tau sekarang. Nanti kalau kurang pinjem uangmu ya….

Andrea: Uangku juga tinggal ini aja gak ada 50rb

Aku    : Gpp kok cukup itu soale kemaren belum ngambil kalo nanti perlu apa tak ngambil keatm.

Andrea: Ayo berangkat ….

Aku : Oke



Setelah percakapan selesai mulai berjalan menyusuri jalan raya yang pagi itu amatlah ramai, mulai melintasi perlimaan karena harus menyebrang jalan dahulu. Mulai berjalan kembali diatara jalan raya dan jalan tol. Lama berjalan tapi kok lama belum menemukan halte itu. Hampir membuat putus asa dan tanya kepada bapak polisi yang ada di seberang jalan, gak ada maksud lain tapi berharap dianter seh sama bapak polisinya. Sebelum sempat bertanya halte itu mulai menampakkan wujudnya. Wujud halte iyalah kan memang halte bentuknya seperti itu.


Masuk halte menuju loket untuk membeli e-tiket terlebih dahulu, dapatlah e-tiket langsung masuk di ruang tunggu yang telah di sediakan. Sempat membuat bingung untuk jalur ke monas pakai busway kode yang mana, udah tanya dulu deh ke mbak – mbak yang penjaga loket.


Gak ada yang tanya kepada mbak loket akhirnya kuputuskan tanya kepada mas-mas yang ada di sebelah jurusan ragunan monas itu kode yang mana? Nanti bareng aja kebetulan juga lewat sana. Akhirnya busway yang di tunggu dateng melanjutkan perjalanan menuju kemonas.


Singkat cerita aku sudah tiba di monas langsung bertemu dengan pak dhe solikin. Dia menanyakan sudah makan semua? Belum pak dhe. Karena berharap untuk makan terlebih dahulu karena perut ini sudah terasa amat lapar setelah jalan kaki yang begitu menguras tenaga.

Sebelum ke tempat makan mengambil uang keatm takut uang tidak cukup, satunya harapan uang yang ada di andrea, dia sendiri tak yakin kalo uangnya bakal cukup. Setelah mengambil tibalah di sebuah gerobak soto depan gerbang monas.

Kenyanglah sudah setalah makan soto tadi dengan harga yang cukup menguras kantong.

Mulailah perjalanan untuk naik ke monas setelah membeli tiket masuk tibalah di pelataran monas disana sudah ramai banyak pengunjungnya. Ada yang ngantri untuk bisa naik keatas, ada orang jualan, ada orang istirahat, ada orang pacaran, ada orang yang bermain layangan memang kebetulan hari 
minggu banyak pengunjung.


Antrian panjang itu ternyata untuk bisa naik ke puncak monas, panjang antrian itu sikitar 10m. lamanya menunggu membuat ingat dengan rencana awal untuk ke kota tua, tapi jam berputar begitu cepat awal ikut ngantri sekitar 3 jam lebih, Akhirnya gagalah perjalanan untuk kekota tua tapi sebuah kepuasan lain yang di dapat sebuah keindahan.


Iya memang untuk mendapatkannya sungguh perjuangan saat itu tak sebanding dengan waktu diatas pemandangan yang begitu amat indahnya. Subhanaallah



Tapi sayangnya pemandangan sedikit mendung, eh bukan mendung tetapi asap iya asap kendaraan yang amat pekat yang mengakibatkan polusi seperti awan mendung.


Puas diatas langsung menuju ke museum di lantai bawah melihat bukti-bukti sejarah perjuangan para pahlawan. Tak hanya museum aja di sisi kanan ada sebuah ruangan kemerdekaan di dalamnya terdapat dasar negara, peta Indonesia dan teks proklamasi.


Sore pun tiba mengakhiri sudah perjalanan gagal yang di ganti dengan yang lainnya. Sebelum pulang menyempatkan melihat karnaval, kebetulan hari minggu berbarengan dengan Jakarta Fair dalam rangka merayakan hari jadi ibukota.


Tak sia-sia perjalanan hari minggu itu memang hal walaupun gagal telah ternyata digantikan kota tua di bawa ke karnaval tersebut.

Ini Foto dokumentasi selama seharian dimonas :

Foto diluar monas
Andrea dan Pak Dhe Solikin




FOTO SAAT NGANTRI PANJANG
Aku dan Andrea



FOTO DIDALAM MOSEUM
Aku dan sejarah





FOTO DIATAS PUNCAK
Aku melihat keindahan jakarta



FOTO SAAT KARNAVAL


Pelajaran hari itu “ kesabaran adalah sebuah jalan untuk yang tak tergantikan”

Malam pun tiba akhirnya kembali untuk pulang ke kos seharian penuh sudah membuat kebahagiaan yang tak terlukiskan. Terima kasih




Jakarta, 07 Juni 2015
Tertanda




Oky Taqwin Abadi


0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa