Tanpa banyak pertimbangan, masyarakat akan mendatangi orang yang
“mengerti” bilamana di tengah mereka terdapat orang yang terjangkit
penyakit medis, dihinggapi roh-roh tertentu, atau mengalami gangguan
mental. Tentu ada juga upaya medis yang dilakukan warga. Tetapi
berkaitan dengan gangguan ghaib di tempat atau waktu tertentu, tentu
“orang pintar” yang dituju.
Mereka yang dituju ini lazimnya akan
memberikan sebuah syarat-syarat tertentu bagi kesembuhan pasiennya.
Boleh jadi mereka meminumkan air putih atau membekali sesuatu kepada
pasiennya untuk dibawa pulang. Di samping itu, mereka juga mendoakan
pasiennya dalam bentuk mantra atau jampi.
Doa atau mantra menjadi
penting untuk kesembuhan pasien dari segala keluhan baik bersifat medis
maupun nonmedis. Pasalnya, kesembuhan sangat bergantung kepada Allah
semata. Doa dan mantra merupakan permohonan secara pasrah agar Allah
memenuhi hajat kesembuhan.
Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatith Thullab karya Syekh Abdullah Hijazi Asy-Syarqawi mencatat demikian.
فالألفاظ التى لا يعرف معناها وهي بغير العربية تمتنع الرقية بها إلا نقلت عن العارفين
Artinya,
deretan kata-kata selain Bahasa Arab yang maknanya tidak terpahami,
tidak boleh dijadikan jampi-jampi kecuali dinukil dari orang-orang baik.
Wallahu A’lam
Jumat, 22 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar