Kamis, 29 Mei 2014

Gak Punya Modal Gak Punya Mental

Hai Gaes, sering sekali saya dengar orang yang mengeluh, mau mulai bisnis tapi nggak punya modal.
Buat saya, justru orang yang ngomong seperti ini punya masalah LEBIH BESAR dari sekedar modal uang untuk bisa memulai usahanya. Sudah banyak saya temui, dan berulang kali juga terjadi, bahwa pebisnis dengan modal uang yang cukup banyak tidak menjamin keberhasilan usaha mereka. Salah satu narasumber kita di Seal The Deal beberapa waktu lalu adalah contoh konkrit hal ini. Dana yang tidak sedikit, 300 juta, dia dapatkan untuk memodali beberapa bisnis yang dia mulai. Ternyata dalam beberapa bulan, semua bisnis itu tutup. Uang sebanyak itu habis, nggak bersisa. Menurut saya, fakta itu saja sebenarnya sudah cukup membuat seseorang down. 
 
 
Untungnya, dia punya modal yang jauh lebih berharga dari sekedar uang. Yaitu mental. Mental pengusaha ini JAUH LEBIH PENTING dari sekedar modal uang. Orang dengan mental yang kuat nggak akan mengeluh dan beralasan masalah uang sebelum dia memulai usahanya. Justru mengeluh dan menyalahkan keadaan itu adalah sinyal bahwa mentalnya belum kuat.
 
Orang yang bisnisnya gagal semua dan modal 300 jutanya habis tadi itu namanya Muadzin. Dia salah satu pendiri Semerbak Coffee, franchise kopi local yang sekarang sudah menggurita sampai 300 outlet lebih di seluruh Indonesia. Bayangkan, berkali-kali gagal dan kehilangan uang tapi dia tidak menyerah begitu saja. Semerbak Coffee dimulai bersama partnernya dengan modal 3 juta saja. Kita sempat ngobrol panjang dengan dia on air waktu itu. Dan akhirnya kita bersama-sama sampai pada kesimpulan bahwa modal terpenting yang dimiliki para pengusaha sukses adalah: MENTAL
Seperti apa sih mental pengusaha itu? Ada 3 hal penting yang saya lihat dan bisa dianggap sebagai benang merah dari para pengusaha yang saya anggap berhasil.
 
 
Yang pertama adalah integritas. Kejujuran. Apapun sebutannya. Pengusaha yang menurut saya sukses dan sangat saya kagumi bukan mereka yang paling “KAYA”. Mereka adalah orang-orang yang punya idealisme dan mimpi besar. Idealisme inilah yang membuat mereka tetap lurus pada jalannya dan mempertahankan integritas mereka tidak sekedar hanya mencari keuntungan materi semata. Ada sense of higher purpose pada diri mereka. Lagi-lagi, ujungnya adalah passion. Karena mereka menjalankan bisnisnya berdasarkan passion, bukan sekedar uang, mereka nggak mengambil jalan pintas untuk kaya. Kalau kata Coach Rene Suhardono, “great money follows great work”. 
 
 
Yang kedua adalah nyali, keberanian. Berbisnis perlu nyali yang kuat, perlu keberanian. Berbisnis itu ibarat bungee jumping. Kita lompat dari sebuah tempat yang tinggi dan kegiatan ini ternyata menyenangkan bagi sebagian orang. Adrenalin kita mengalir deras sekali. Tetapi nyali pebisnis yang benar adalah bukan sekedar lompat menjatuhkan diri. Mereka berani bungee jumping karena mereka punya keyakinan bahwa ada tali setengah karet yang mengikat di kaki mereka dan akan menjadi penyelamat. Keberanian di sini bukan berarti bonek atau bondo nekat, tetapi taking calculated risk. Mereka tahu resiko-resiko apa saja yang mungkin terjadi dan menyiapkan beberapa alternative jawaban untuk itu. Mereka orang-orang yang kreatif, yang gigih mencari jawaban kalau bertemu masalah. Bukan malah jadi galau dan meratapi masalahnya, mereka akan berusaha mencari alternative terbaik kalau ketemu tembok penghalang di hadapannya. Mau dilompati, jalan memutari tembok, atau malah ditabrak dan dihancurkan sekalian temboknya? Creativity is not an just an artistic trait, creativity is being able to come up with new solutions to problems, whatever the problem is.
 
 
Yang ketiga dan nggak kalah penting dari mental pengusaha adalah mau mengambil tanggung jawab dan tidak menyalahkan keadaan. Berhasil atau tidaknya sebuah usaha tergantung dari siapa yang menjalankan. Pengusaha yang keren adalah mereka yang menganggap bahwa keberhasilan usaha mereka adalahbuah hasil kerja keras tim yang mendukung mereka, tetapi selalu menganggap bahwa kegagalan adalah tanggung jawab mereka sebagai pemimpin. Mereka nggak akan menyalahkan factor eksternal, juga nggak akan menyalahkan diri sendiri,  tetapi selalu bertanya, “apa yang bisa saya lakukan supaya masalah ini selesai?” Orang-orang seperti ini benar-benar role model yang paling berharga buat saya. Being an entrepreneur means you have to be a good leader, and that starts from leading yourself. 
 
 
Jadi Hardrockers yang sudah berpikir mau berbisnis tapi belum mulai juga, coba deh tanya diri sendiri, apa bener masalahnya karena nggak punya uang? Jangan-jangan memang mental Hardrockers yang belum siap?

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa