Hai Gaes, sering sekali saya dengar orang yang mengeluh, mau mulai bisnis tapi nggak punya modal.
Buat
saya, justru orang yang ngomong seperti ini punya masalah LEBIH BESAR
dari sekedar modal uang untuk bisa memulai usahanya. Sudah banyak saya
temui, dan berulang kali juga terjadi, bahwa pebisnis dengan modal uang
yang cukup banyak tidak menjamin keberhasilan usaha mereka. Salah satu
narasumber kita di Seal The Deal beberapa waktu lalu adalah contoh
konkrit hal ini. Dana yang tidak sedikit, 300 juta, dia dapatkan untuk
memodali beberapa bisnis yang dia mulai. Ternyata dalam beberapa bulan,
semua bisnis itu tutup. Uang sebanyak itu habis, nggak bersisa. Menurut
saya, fakta itu saja sebenarnya sudah cukup membuat seseorang down.
Untungnya,
dia punya modal yang jauh lebih berharga dari sekedar uang. Yaitu
mental. Mental pengusaha ini JAUH LEBIH PENTING dari sekedar modal uang.
Orang dengan mental yang kuat nggak akan mengeluh dan beralasan masalah
uang sebelum dia memulai usahanya. Justru mengeluh dan menyalahkan
keadaan itu adalah sinyal bahwa mentalnya belum kuat.
Orang
yang bisnisnya gagal semua dan modal 300 jutanya habis tadi itu namanya
Muadzin. Dia salah satu pendiri Semerbak Coffee, franchise kopi local
yang sekarang sudah menggurita sampai 300 outlet lebih di seluruh
Indonesia. Bayangkan, berkali-kali gagal dan kehilangan uang tapi dia
tidak menyerah begitu saja. Semerbak Coffee dimulai bersama partnernya
dengan modal 3 juta saja. Kita sempat ngobrol panjang dengan dia on air
waktu itu. Dan akhirnya kita bersama-sama sampai pada kesimpulan bahwa
modal terpenting yang dimiliki para pengusaha sukses adalah: MENTAL
Seperti
apa sih mental pengusaha itu? Ada 3 hal penting yang saya lihat dan
bisa dianggap sebagai benang merah dari para pengusaha yang saya anggap
berhasil.
Yang pertama adalah integritas. Kejujuran.
Apapun sebutannya. Pengusaha yang menurut saya sukses dan sangat saya
kagumi bukan mereka yang paling “KAYA”. Mereka adalah orang-orang yang
punya idealisme dan mimpi besar. Idealisme inilah yang membuat mereka
tetap lurus pada jalannya dan mempertahankan integritas mereka tidak
sekedar hanya mencari keuntungan materi semata. Ada sense of higher
purpose pada diri mereka. Lagi-lagi, ujungnya adalah passion. Karena
mereka menjalankan bisnisnya berdasarkan passion, bukan sekedar uang,
mereka nggak mengambil jalan pintas untuk kaya. Kalau kata Coach Rene
Suhardono, “great money follows great work”.
Yang
kedua adalah nyali, keberanian. Berbisnis perlu nyali yang kuat, perlu
keberanian. Berbisnis itu ibarat bungee jumping. Kita lompat dari sebuah
tempat yang tinggi dan kegiatan ini ternyata menyenangkan bagi sebagian
orang. Adrenalin kita mengalir deras sekali. Tetapi nyali pebisnis yang
benar adalah bukan sekedar lompat menjatuhkan diri. Mereka berani
bungee jumping karena mereka punya keyakinan bahwa ada tali setengah
karet yang mengikat di kaki mereka dan akan menjadi penyelamat.
Keberanian di sini bukan berarti bonek atau bondo nekat, tetapi taking
calculated risk. Mereka tahu resiko-resiko apa saja yang mungkin terjadi
dan menyiapkan beberapa alternative jawaban untuk itu. Mereka
orang-orang yang kreatif, yang gigih mencari jawaban kalau bertemu
masalah. Bukan malah jadi galau dan meratapi masalahnya, mereka akan
berusaha mencari alternative terbaik kalau ketemu tembok penghalang di
hadapannya. Mau dilompati, jalan memutari tembok, atau malah ditabrak
dan dihancurkan sekalian temboknya? Creativity is not an just an
artistic trait, creativity is being able to come up with new solutions
to problems, whatever the problem is.
Yang ketiga dan
nggak kalah penting dari mental pengusaha adalah mau mengambil tanggung
jawab dan tidak menyalahkan keadaan. Berhasil atau tidaknya sebuah usaha
tergantung dari siapa yang menjalankan. Pengusaha yang keren adalah
mereka yang menganggap bahwa keberhasilan usaha mereka adalahbuah hasil
kerja keras tim yang mendukung mereka, tetapi selalu menganggap bahwa
kegagalan adalah tanggung jawab mereka sebagai pemimpin. Mereka nggak
akan menyalahkan factor eksternal, juga nggak akan menyalahkan diri
sendiri, tetapi selalu bertanya, “apa yang bisa saya lakukan supaya
masalah ini selesai?” Orang-orang seperti ini benar-benar role model
yang paling berharga buat saya. Being an entrepreneur means you have to
be a good leader, and that starts from leading yourself.
Jadi
Hardrockers yang sudah berpikir mau berbisnis tapi belum mulai juga,
coba deh tanya diri sendiri, apa bener masalahnya karena nggak punya
uang? Jangan-jangan memang mental Hardrockers yang belum siap?

0 komentar:
Posting Komentar