"Tuma�€™ninah" atau diam sejenak tentunya sudah tidak asing lagi bagi
kaum muslim. Ia termasuk salah satu rukun shalat, bahkan kerap
disiratkan sebagai kunci meraih kehusyu�€™an dalam menjalankan ibadah
terpenting ini.
Dalam sebuah riwayat Imam Ahmad disebutkan �€œMaka tegakkanlah punggungmu hingga tulang tulangmu kembali seperti (semula).�€ Menurut riwayat Ahmad dan ibnu hibban, �€œSehingga engkau tenang berdiri (mu).�€
Tuma�€™ninah atau meneng dalam istilah Jawanya adalah
ketenangan dan jeda dalam melakukan gerakan pada shalat supaya kita
dapat mengontrol konsentrasi dan hati kita kepada apa yang kita
kerjakan.
Seringkali hal yang mungkin remeh ini di tinggalkan begitu saja oleh
orang muslim karena di desak waktu dan mungkin juga karena kebiasaan.
Padahal shalat adalah salah satu jembatan penghubung antara orang muslim
dengan Allah, ketika sebuah ketenangan tidak tercapai maka akan
berakibat fatal dalam ibadah seseorang.
Seperti halnya tuma�€™ninah dalam shalat, tuma�€™ninah dalam
menggunakan jalan juga sangat penting. Sering dijumpai kecelakaan di
perlintasan kereta api karena faktor ketergesaan pengemudi sehingga
menerobos rambu dan berakibat melayangnya nyawa.
Para pengguna jalan tentunya juga tidak asing dengan traffic light atau lampu Bangjo. Hijau : jalan, Kuning : waspada/ siap, sedangkan Merah : berhenti.
Sebelum lampu hijau atau merah menyala pastilah lampu kuning terlebih
dahulu menyala. Lampu kuning ini dapat diartikan sebagai
tuma�€™ninahnya jalan.
Ketika dalam perjalanan kita dapat menegakkan punggung kita yang
terasa pegal karena posisi duduk di motor atau mobil terlalu membungkuk.
Selain untuk merenggangkan tulang tulang, ketika berhenti kita juga
bisa mengatur kembali konsentrasi perjalanan kita, sehingga fokus tetap
jadi yang utama.
Setelah waktu lampu merah telah habis kita akan menjumpai lampu
kuning yang berarti adalah aba-aba untuk waspada / bersiap kembali
jalan, dan kita dapat meneruskan perjalanan dengan kondisi fisik serta
psikis yang telah terkendali.
Berhenti sejenak untuk merenggangkan tulang dan menenanggkan hati
adalah hal terpenting dalam kita menjalani ibadah dan hidup. Karena
ketika kita meremehkan �€œTuma�€™ninah �€œ hal yang paling fatal lahyang
menjadi taruhannya.
Minggu, 22 Desember 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar