Minggu, 22 Maret 2015

Oky taqwin #23:Kereta Seribu Kenangan



Berawal dari sebuah undangan konferensi GERAKAN MAHASISWA MENGAJAR yang datang bulan februairi akhir yang di selenggarakan oleh kampus UI dari TOR undangan itu tersemangatkan bapak mendikbut dan direkture indonesia mengajar.

Undangan itu sudah di kirim lewat email tetapi kurangnya kepekaan divisi yang menangani itu sampai ketum lama UMengajar turun tangan, sangat di sayangkan memang di periode ini antar divisi kurangnya bersinergi. Pemostingan dilakukan ketum lama untuk memostingkan di group pengurus lama, langsung saja aku tanggap untuk mendownload dulu file yang di posting tersebut ketika semua sudah selesai ternyata HPnya tidak suport untuk membuka semua bagian.

Saat itu aku berfikir keras gimana cara mengetahui isi dari undangan itu sampai-sampai pada perkuliahan tersebut aku tidak bisa berkonsentrasi penuh di dalam pembelajaran. Di titik kebuntuan aku menemukan ide untuk meminjam HP kesalah 1 temn untungnya dapat langsung saja aku download ulang bisa terbuka juga. Setelah di amati di baca dan diresapi tanggalnya sudah kelewatan saat itu juga membuat bingung apakah masih bisa mendaftarkan atau tidak?

Langsung aku menghubungi ketum lama dan pihak panitia menemukan sebuah jawaban yang masih bisa untuk ikut serta, tetapi pada saat itu masih belum bisa memastikan siapa yang berangkat kesana karena kebanyakan tidak ada yang bisa.

Cukup berfikir 2 hari kami memutuskan yang berangkat kesana 3 orang aku, hanis dan dhika tetapi keesokan ada perubahan rencana ada penambahan personel 2 orang yaitu lalank dan riana. Jadi total team yang berangkat berjumlah 5 orang.

Kami mendapatkan 3 tiket kereta dan untuk 2 orang kehabisan tiket, itu membuat kamui cukup bingung gimana caranya memberangkatkan, akhirnya 2 orang mengalah untuk berangkat terlebih dahulu.

Tepat di hari kamis  tanggal 05 Maret 2015 aku sudah bertekad untuk membolos dan terlebih lagi menyelesaikan tugas-tugas setelah semua selesai tepat jam 09.00 wib aku lanjutkan aktivitas menonton film korea sambil menunggu setengah 4. Jam ternyata berputar sangat cepat sampai jam 3 sore aku dan lalank belum menyiapkan sesuatu apapun dan membuat kami stress sesaat dengan kecepatan penuh menyiapkan kesemuanya.

Tak lama kemudian mendapatkan sebuah masalah yaitu yang mengantarkan siapa ini? akhirnya kami berdua melirik fahmi untuk mengantarkan ke stasiun, tak habis pikir kami bertiga boncengan dengan 1 motor melewati jalan surabaya langsung tembus jalan ijen kami di kagetkan suara ambulan polisi dengan wajah tak bersalah kami minggir menunggu rombongan selesai terkejutan kami tidak berhenti disitu saja selang berapa meter menjumpai sesosok polisi yang jaga dengan cekatan lalank turun dan ngacir pergi, aku dan fahmi berhenti dekat perpus kota langsung menelfon lalank tapi dia kagak berani lewat langsung saja dia tak jemput dengan kecepatan penuh.

Di persimpangan perpus seusai menjemput tak habis pikir pula motor yang aku naiki tidak bersahabat tau-tau besinnya habis dan membuat aku panik langsung saja melirik jam tinggal beberapa meni keberangkatan langsung saja cari angkot untuk pergi ke stasiun.

Sampai di sana kami berjumpa hanis langsung saja kami bertiga masuk mencari tempat duduk sampai sampai kami bertanya 3 kali baru  menemukannya saat itu pengalaman pertama dalam seumur hidup menaiki kereta tak habis pikir pula 21 tahun menunggu akhirnya kesampaian juga. Pukul 5 sore kereta pun berangkat menuju stasiun pasar senen, keberangkatan kami di iringi lantunan hujan yang saat itu turun hujan dengan sangat derasnya pemandangan amat nan indah terlihat dari jendela kaca.

Depok tunggu kedatangan kami.
Bersambung........

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa