UMengajar Post telah mewawancarai tiga mahasiswa yang tergabung dalam tim ITB Mengajar; Dhika (21), Hanis (21), Riana (22), Lalank (20), Oky (21) saat acara Konferensi Mahasiswa Mengajar - Grand Closing GUIM 4 di Kampus UI Depok beberapa waktu lalu.
Hanis mengungkapkan, adanya realita ketimpangan pendidikan dalam masyarakat menjadi hal yang memotivasi gerakan UMengajar ini.
“Kami melihat realita, bahwa disekitar kampus (UM) ada ketimpangan pendidikan dalam masyarakat. Kurangnya motivasi kesadaran pendidikan, banyak sekolah favorit tapi ketika kita tinjau lebih luas, ada yang enggan melanjutkan pendidikan bahkan hingga SMA saja,” ujar Lalank.
Sementara Oky menyampaikan, sekolah binaan yang didirikan para mahasiswa UM ini diberi nama UMengajar, yang artinya Universitas Negeri Malang Mengajar.
“UMengajar itu berasal dari UM yang artinya identitas kampus Universitas Negeri Malang Mengajar,” jelas Hanis.
Berbeda dengan UI Mengajar, yang kegiatannya selama sebulan penuh di pedasaan. Tim UMengajar justru mengajar secara rutin setiap seminggu sekali selama sepanjang semester di tiga sekolah binaan yang ada.
“Kita (UMengajar) mengadakan kelas sekali setiap minggu di tiga Sekolah binaan (Desa Ngadas, Desa Tangkil Sari dan Randu gading,” tambah Lalank.
Dhika menceritakan, sekolah binaan itu ada yang di SD Ngadas, SD Tangkil Sari, dan SD Randugading.“Mereka tulus belajar, kedatangan kita dihargai,” ucap Dhika penuh haru.
Perasaan bahagia yang hadir saat mengajar anak-anak tersebut menjadi motivasi bagi para mahasiswa UMengajar ini. “Capek, kadang sebel, karena anaknya bandel atau gak nurut tapi dibalik itu semua, seneng banget,” ungkap Riana sambil tersenyum.
Para mahasiswa UMengajar ini yakin bahwa upaya mereka ini akan berbuah kebaikan di kemudian hari. “Kita percaya apa yang kita lakukan sekarang pasti akan bermanfaat suatu saat nanti,” ujar Hanis penuh keyakinan.
Mereka pun berharap gerakan mahasiswa mengajar ini bisa terus menyebar ke universitas-universitas di daerah lainnya. “Penginnya kegiatan mengajar ini bisa menyebar ke universitas-universitas di daerah,” harap Lalank.
Dhika menambahkan, “juga sebagai evaluasi dan mencari inspirasi yang bisa diterapkan dalam UMengajar”.
( Divisi INFOKOM - UMengajar )

0 komentar:
Posting Komentar