Sabtu, 12 April 2014

Pentingnya Mengenali Diri

Bila kita melihat asal usul kita berasal dari air sperma (nuthfah). Jika dibungkus dengan kertas yang antik, untuk hadiah ulang tahun, tiada seorang pun yang bersedia menerimanya. Bahan baku kita adalah qatharat (percikan-percikan) fasharat insanan (maka menjadi manusia) dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kita mewaspadai sikap thagha, karena pada prinsipnya yang berhak memiliki sikap unggul, paling suci hanyalah Allah Swt. Karena Dia memiliki segala sifat kesempurnaan, kemuliaan. Jauh dari segala sifat kelemahan dan kekurangan. Sedangkan manusia tidak layak untuk bersikap thagha, karena dirinya adalah tempat salah dan lupa (mahallul khatha’i wan Nisyan). Lubang qubul (muka), dubur (belakang), mata, telinga, hidung dan mulut, semuanya mengeluarkan kotoran. Manusia itu pada asalnya hina, miskin, lemah, bodoh. 

( Thagha Hanya Milik Allah Swt )

Dalam Hadist Qudsi Allah SWT Berfirman : Keagungan adalah sarung-KU, kesombongan adalah pakaian-KU, maka siapa yang merebutnya dari-KU niscaya Aku akan menyiksanya.” (HR. Muslim).

Sikap thagha adalah mengundang siksa Allah Swt, itulah makna tersirat dalam hadits Qudsi di atas. Pembuktian bahwa sikap thagha mengundang azab Allah terkuak dalam kisah-kisah yang tersurat dalam Al-Quran.

Sebut saja kisah Fir’aun. Raja sombong dan jago thagha yang memproklamasikan dirinya sebagai tuhan yang paling tinggi ini dibinasakan Allah Swt di bumi milik-Nya dengan cara diombang-ambingkan oleh ombak setinggi gunung bagaikan bola ping-pong saat mengejar pengikut Nabi Musa as.

Thagha merupakan virus yang mematikan hati. Seseorang yang mengidap virus ini, sekalipun hanya setitik, dijamin masuk neraka.

Dalam Hadist Qudsi Allah SWT Berfirman :
“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong meski hanya sebesar biji sawi.” (HR. Abu Dawud).

Tahgha menolak kebenaran, mengedepankan pendapat pribadi, dan meninggikan segala atribut keduniaan dibanding keislamannya, bisa meremehkan seruan para Ulama, meremehkan kewajiban didalam Islam, menyepelekan urusan Agama dan umat-Nya, hingga karena kesomongan ini ia terombang-ambingkan dalam kesesatan. Thagha adalah yang menyebabkan Firaun, bangsa Tsamud, ditimpa musibah karena mengedepankan tuhan akal dan nafsunya, dibanding tunduk kepada ayat-ayat Allah SWT.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa