Metode ini digunakan dalam rangka untuk menindaklanjuti terlaksananya standar kompetensi dalam pelajaran Bahasa Indonesia
yaitu: Mendengarkan, Berbicara dan Menulis. Guru dalam kegiatan ini
ingin menilai seberapa jauh siswa sudah memiliki standar kompetensi
tersebut. Sehingga kegiatan ini melibatkan siswa sepenuhnya dalam
penilaiannya. Adapun untuk menilai standar kompetensi tersebut dapat
diklasifikasikan pada: Menulis dan Berbicara (untuk pendongeng) dan
Mendengarkan (untuk audiens).
Teori/Penjelasan Materi
Metode pengajaran ini sifatnya mencakup beberapa standar kompetensi dalam pelajaran Bahasa Indonesia
yang antara lain: Menulis, Mendengarkan, dan Berbicara. Namun dasar
pemikiran terciptanya metode pengajaran ini berawal dari SK: Mengungkapkan pikiran,
perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk
karangan, undangan dan dialog tertulis pada KD: Menuliskan karangan
berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan pemilihan kata dan
penggunaan ejaan. Meskipun dalam pelaksaannya sendiri SK-KD tersebut
dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tercipta metode pengajaran seperti
ini.
Materi
Langkah pertama
Guru dapat membuat panggung boneka dengan menggunakan kardus bekas
yang dipotong bagian depan serta belakangnya. Bagian depan digunakan
untuk melihat pertunjukan dan bagian belakang untuk memasukkan tangan
dan menggerakkan tangan si pendongeng. Lalu kardus yang sudah terpotong
dapat dihias sedemikian rupa sesuai kebutuhan. Siapkan boneka jari.
Kebanyakan boneka jari yang ada di toko adalah karakter binatang. Boneka jari juga bisa dibuat sendiri oleh guru atau bersama-sama dengan murid sebagai bagian dari pelajaran keterampilan.
Langkah Kedua
Siswa diberi tugas untuk menulis ceritanya sendiri. Tanpa membuat
batasan, biasanya siswa seusia kelas 5 dengan sendirinya menulis keluarga
fabel atau cerita tentang binatang, meskipun ada satu atau dua siswa
menulis cerita lain (cerita tentang manusia, persahabatan, keluarga dll). Setelah selesai menyelesaikan tugas menulis cerita, guru
menyampaikan kepada siswa bahwa cerita tersebut harus diceritakan kepada
teman yang lain di depan kelas. Guru memberi pengarahan kepada siswa
bahwa untuk menyampaikan cerita tersebut bisa menggunakan alat yang
sudah disediakan oleh guru yaitu panggung boneka jari dan boneka jarinya
sendiri.
Langkah Ketiga
Beri kesempatan kepada siswa secara acak untuk menceritakan hasil
karangannya. Jika tidak ada siswa yang mau tampil duluan (biasanya siswa
masih malu-malu), tunjuk siswa yang sudah terbiasa dengan dunia
panggung atau yang terbiasa tampil di depan kelas. Setelah ada satu
siswa yang berani tampil dengan sendirinya siswa yang lain akan
mengikuti.
Lesson Learned
Pendidikan Karakter yang Disisipkan
Siswa berani untuk menampilkan hasil karyanya sendiri di depan teman-temannya. Siswa diajarkan untuk menghargai hasil karyanya sendiri dan juga hasil karya teman-temannya yang sudah
ditampilkan di depan. Selain itu siswa juga dapat menambah database cerita dalam pikirannya dari portofolio yang dimiliki teman-temannya, terutama yang sudah disampaikan di depan kelas.
0 komentar:
Posting Komentar