Rabu, 09 April 2014

Merubah itu tidak mudah

Merubah diri sendiri itu ga mudah !!!
Bener opo beneeeeerrrrrrrr ???

Lha teyus piye MasBro ?? (Lha terus gimana MasBro?)

Bismillah,....
PERCAYA NGGAK Kalo SESEORANG ITU GA BEDA JAUH DENGAN SIAPA DIA BERGAUL, setidaknya orang2 disekitarnya yg membuat dia nyaman/comfort dgn kehidupannya.

Memang sieh boleh punya temen yg buanyak, tapi kita lihat dulu siapa2 teman terdekat mereka dan bagaimana seseorang tersebut menghabiskan waktu/hari2nya dengan siapa.

Nach ini pun bisa menjadi salah satu cara bagaimana kita bisa mengenal dan mengetahui "karakter seseorang" dengan mengetahui siapa2 azza teman2nya dan karakter, prilaku serta pemahaman mereka.

Bagi anda, saya atau siapapun yang dulunya "GA BAIK", sempat nyemplung dalam kemaksiatan atau susah untuk merubah diri kearah yg lebih baik, ada satu cara yg insyaAllah ini bisa menyeret kita kearah perbaikan dengan lebih cepat dari pada berusaha sendiri saat hati (masih) bertanya2 apakah saya mampu berubah.
Caranya adalah :
BERUSAHALAH UNTUK BERADA DIDALAM LINGKUNGAN/PERTEMANAN YG MEMBERIKAN HAL2 POSITIF TERUTAMA DALAM HAL ILMU AGAMA atau bahasa keyeen,...eh kerennya adalah BERKUMPUL DENGAN ORANG2 SHALIH.

Mesthi ada yg alasan n:
Gimana trus mencari orang2 shalih tersebut MasBro, lha lingkungan disekitar saya ga mendukung untuk hal tersebut ?

Lha kalo lingkungan anda ga mendukung dalam hal perbaikan tersebut ya mulailah hijrah(berpindah) atau mencari hal2 baru dengan orang yg anda anggap baik secara ilmu agama atau bertanyalah pada orang yg sudah jalan lebih dulu dalam perbaikan tersebut dan mintalah referensi dimana bisa memulai perbaikan tersebut.

PROSES PERUBAHAN ITU GA NYAMAN DAN CENDERUNG MENYAKITKAN dan BUTUH WAKTU- ENGGAK INSTANT, kecuali keikhlasan dan adanya niatan untuk berubah dan keistiqomahan menjemput hidayah Allah.
Dan biasanya pada tahap2 awal perbaikan ini, orang2 tsbt diatas dianggap "ASING OLEH LINGKUNGANnya sendiri (lingk yg dulu-bisa juga oleh keluarganyapun dianggap "nyleneh' atau malah dianggap ikut2an teroris)."
Ada malah yg harus sembunyi2 dalam perubahan tersebut misalnya yg dulunya si perempuan ini ga berjilbab, terus sekarang berjilbab cukup lebar malah ditentang oleh keluarganya, dan justru didalam lingkungan rumahhnya sendiri dia mendapat pertentangan yg keras. Atau didalam kondisi lain seorang pria yg dulunya gemar berpakaian biasa celana panjang jeans , memakai kaos dan penutup kepala tiba2 berubah dengan celana yg Ngatung (ga isbal) dan lebar, serta membiasakan diri dgn pakaian yg lebih syar'i agar tidak menonjolkan bentuk tubuh si laki2 tersebut seperti memakai sirwal, gamis, baju koko dsb dan masyarakat juga keluarganya memandangnya "ANEH"

Lho khan itu hanya pakaiannya saja tho MasBro, bukan prilaku atau akhlaq nya???

Bismillah,...
Sob,... memang itu hanyalah pakaian yg berubah namun setidaknya dengan memakai pakaian yg lebih syar'i atau islami menjadi beban moral tersendiri untuk melakukan kemaksiatan.
Masak orang yg berpakaian syar'i kok ga ada beda malu nya ama yg ga pake pakaian syar'i atau ama yg ga nutup aurat.

MASBRO TEGASKAN !!!
PAKAIAN dan AKHLAQ adalah 2 (dua) hal yg berbeda dan ga bisa di campur adukkan, namun setidaknya dgn MENUTUP AURAT DGN SYAR'i bisa membatasi diri kita sendiri atau sebagai rambu kalo bermaksiat. Yach,... inilah sebuah langkah awal proses untuk perubahan pada diri kita masing2

Itulah harga yg harus dibayar oleh yg namanya perubahan Sob,...
Kalo kita gamulai dari sekarang trus mau mulai dari mana dan kapan lagi ???
Umur udah kadung tua, kadang untuk belajar agama azza malu2, takut ketahuan "kebodohan-nya" selama ini, tapi lebih baik yg bodoh mau untuk benar2 belajar, dari keliatannya pinter tapi ga mau belajar.

Ingat, saya, anda, dan kita semua calon orang tua yg nantinya anak2 kita akan menyerap apa2 yg kita ajarkan,....

So,.... Kapan kita mulai untuk lebih baik dan mengejar ketertinggalan kita terhadap ilmu agama ???
Satu lagi sob,... Kalo saja kita punya anak namun ga kita cekokin dan didik masalah agama, entar kalo orang tuanya mati/meninggal apa yg bisa menjadi tabungan amal/pahala yg tiada terputus bagi orang tuanya kalo anak2 kita SANGAT2 BODOH dalam hal Agama, berbeda dengan anak2 yg shalih/shalihah yg mereka dibentuk oleh aturan agama dan dalam lingkungan yg islami juga.

Afwan jika Penjelasanan MasBro kali ini terlalu panjang,...
Jangan lupa untuk dhuha, mumpung masih ada waktu,....

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa