Assalamulaiakum
Bismillahirrahmanirrahim,
Dalam suatu
percakapan dengan teman saya, dia berkata akan mendapatkan sebuah pekerjaan.
Dia berbicara panjang lebar tentang pekerjaannya tersebut. Ketika saya tanya,
kenapa tidak mengambil pekerjaan tersebut. Dia berkata, bahwa pekerjaan itu
bukan bidangnya. Dia tidak ahli dan pesimis untuk berhasil dalam bekerja.
Dalam hati
saya hanya bisa tersenyum, “peluang di depan mata disia-siakan begitu saja”.
sungguh sayang. Kawan, terkadang banyak sekali kesempatan dihadapan kita. Namun,
seperti angin berlalu, tanpa bekas. Selangkah pun kita tidak beranjak. Padahal
dari sekian banyak kesempatan yang datang, pasti ada yang akan membuat hidup
kita berubah.
Kebanyakan
orang malas untuk mencoba hal yang baru. Apalagi menyangkut hidupnya. Mereka
selalu mengedepankan pikiran negatif daripada pikiran positif. Beribu pikiran
negatif siap menyerbu jikalau mereka ingin bertindak.
Hal yang
menjadi pijakan awal pikiran negatif adalah takut salah, gagal, dimarahi oleh
atasan, dll. Mereka takut jika melakukan hal tersebut, maka mereka akan berada
dalam kondisi yang membahayakan hidupnya.
Kawan,
pernahkah kita melihat anak kecil belajar sepeda. Apakah mereka langsung mahir
mengendarainya? Apakah mereka tidak memerlukan teknik-teknik khusus? Apakah
mereka tidak pernah jatuh? Sama halnya ketika kita mencoba hal baru. adalah
suatu kepastian bahwa kita akan melalkukan kesalahan. Karena kita memang baru
dalam hal tersebut. Ajaib namanya jika kita langsung benar. It’s impossible.
Ya, harus
diakui. Lingkungan kita belum siap untuk menerima sebuah kesalahan. Bagi yang
menganggap dirinya senior, junior harus selalu betul melakukan tugasnya. Jika
tidak maka mereka seolah-olah berhak untuk memarahinya. Padahal hal tersebut adalah
salah. Apakah yang senior tidak pernah menjadi junior sebelumnya?
Kesalahan
sering kali dianggap bencana. Mala petaka buat mereka. Hidup serasa mati.
Padahal sebuah kesalahan adalah pasti. Kebenaran tidak akan ada tanpa
kesalahan.
Menoleransi
kesalahan adalah salah satu bentuk umpan agar orang mau mencoba. Agar orang
berani berbuat kembali sehingga bisa sukses. Diperlukan tahapan-tahapan langkah
demi sebuah kesuksesan.
Jangan
takut mencoba. Beranilah! Bagaimana caranya? Munculkanlah sifat berani dalam
dirimu. Awalnya adalah dengan berani salah dulu. Jika anda banyak melakukan
kesalahan, maka anda bisa mengambil pelajaran untuk melesat lebih jauh. Hanya
anda yang bisa mematik sifat tersebut. Orang lain tidak akan mampu. Kalaupun
mampu, tidak akan bertahan lama.
Ini adalah
hidup kita. bukan milik orang lain. Jadikan hidup kita penuh makna. Belajar
dari kesalahan dan terus belajar. Salah adalah wajar.
Orang lain
menghina kita atas kesalahan yang kita buat. Tidak perlu khawatir, hiraukan
mereka. Mereka belum tentu benar. Mereka tidak bisa mengubah hidup kita dengan
hinaannya.
Mencoba,
gagal, koreksi, lakukan lagi. Itulah rumus untuk mencapai keberhasilan.
Keberhasilan bukan dilihat dari segi yang besar. Namun bisa juga dari hal
sepele yang kita lupakan. Jadikan hidup kita lebih berani. Kalau saya berani,
pasti anda berani. Berani coba?
Wassalamualaikum

0 komentar:
Posting Komentar