Minggu, 05 Mei 2013

Alangkah Baik Aku Bercerita Saja

 

Kesendirianku...
Selamat malam, mari bercerita lagi,
Tentang hari-hari ini,
Tentang aku, kamu, dia, dan kita.

Alangkah baik aku bercerita saja...
Malam ini cukup dingin,
Aku duduk di depan laptoop ku,
Ditemani secangkir kopi hangat dan alunan musik yang terus memberikan ketenangan hati,
Terasa cukup nikmat di malam yang cukup dingin ini,
Sungguh, aku menikmati hari-hari ku ini

Dan ku sadari, ternyata aku masih terjebak dalam dekapan,
Dekapan yang selama ini masih terpikir olehku,
Dan apakah aku bisa menghapusnya semua?,
Entahlah, ku nikmati saja malam ini.

Alangkah baik aku bercerita saja...
Ternyata aku punya cerita indah untuk awalbulan ini,
Cerita yang akan selalu aku ingat,
Karena, memang tidak mudah melupakan cerita yang ku susun beberapa bulan ini,
Bagaikan mozaik yang aku bongkar pasang,
Namun sangat indah, nikmat, dan merasa puas.
Entahlah,ku nikmati saja malam ini.

Alangkah baik aku bercerita saja...
Tentang kondisi ku yang semakin rumit ini,
Rumit yang ketika kebenaran sudah terlihat,
Tapi di persulit karena ego sesaat,
Tapi aku percaya,
Dan ku sadari, bahwa kebenaran pasti akan menang,
Entahlah, hanya sekejap saja saat ini.

Alangkah baik aku bercerita saja,
Jenuh?
Sama, aku juga jenuh.
Lelah?
Sama, aku juga lelah.
Tapi apa hendak dikata
Hanya disini tempatku, kamu, dia, dan kita berpijak.

Dan ku sadari, aku tau kamu gatal hendak bergerak,
Tapi harus bagaimana lagi?,
Aku, kamu, dia, dan kita sudah punya visi dan misi yang jelas,
Mengapa tak bergerak kalau pun itu baik dan benar?,
Serta bermanfaat?,
Entahlah, suatu hari nanti kita juga akan mengerti.

Alangkah baik aku bercerita saja...
Malu?
Aku juga pemalu,
Tapi tak apalah...
Dan ku sadari, engkau terikat diantara idealisme dan realita,
Engkau seorang pejuang, bukan seorang pecundang,
Sekarang kau menundukkan kepala di depan orang-orang,
Ada apa dengan engkau sekarang,
Entahlah, hanya seuntai egomu.

Alangkah baik aku bercerita saja...
Suaramu semakin pelat sobat,
Langkahmu semakin lambat,
Matamu kabur buram oleh jabatan,
Otakmu tumpul,
Tumpul karena lagu-lagu indah itu,
Tak apa lah.

Dan ku sadari saat ini,
Kenapa engkau malu bercerita tentang masa itu?,
saat-saat kita bergerak dan berteriak bersama,
Dan akhirnya kita pun “SEPAKAT”.
Lebih baik aku bercerita...
Hujan mengingatkan aku,
Tentang satu rindu di masa yang lalu,
Saat kita masih “SEPAKAT” dan saling mendukung.

Dan ku sadari, engkau sekarang berubah,
Tapi tak apa lah,
Aku tetap mau jadi pendengar setiamu,
Sampai kau akan bercerita tentang yang dulu kita impikan.

Aku masih disini,
menantimu di ruangan ini.
Duduk diam dalam damai,

Alangkah baik aku bercerita saja,
Alangkah baik aku jauh dari salah prasangka,
Dan semoga aku bisa menilai lebih bijaksana.

Dan ku sadari, sebaiknya aku, kamu, dia, dan kita
Meihat segalanya lebih dekat
Dan kita akan lebih mengerti.

Aku, kamu, dia, dan kita, sama.

Ini ceritaku malam ini...

Created by: Oky Taqwin Abadi

0 komentar:

Posting Komentar

 

Subscribe Biar Jomblo

Contact our Support

Email us: taqwinoky@gmail.com

Metamorfosa